Baznas Pessel Targetkan Bedah 152 Unit Rumah Keluarga Miskin

Ilustrasi. (Foto : Ist)

Padangkita.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan bedah rumah keluarga miskin yang tidak layak huni tahun ini bisa mencapai 152 unit.

Target yang dipatok itu melebihi dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 124 unit rumah keluarga miskin.

Yuspardi, Ketua Baznas Pessel mengatakan bahwa dari 152 target yang dipasang, pihaknya telah berhasil melakukan pembedahan sebanyak 61 unit, dengan besaran biaya per unit sebesar Rp15 juta.

“Upaya itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat miskin dalam mendapatkan rumah yang layak untuk ditempati, disamping juga bantuan sosial lainya seperti bantuan kesehatan, pendidikan,” katanya dikutip dari laman pesisirselatan.go.id, Selasa (6/6/2017).

Selain bedah rumah keluarga miskin yang tidak layak huni dengan anggaran sebesar Rp15 juta per unit, Baznas setempat juga menyalurkan bantuan dalam bentuk rehap rumah dengan kisaran antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, bantuan beasiswa miskin, bantuan modal usaha, serta bantuan pengobatan.

“Berbagai bentuk program dan bantuan yang disalurkan ini, dapat meringankan beban keluarga miskin, terutama dalam menjawab kebutuhan mereka dalam mendapatkan hunian yang layak,” katanya.

Walau pihaknya berupaya agar target rata-rata bedah rumah keluarga miskin bisa tercapai sabanyak 15 unit dalam satu bulan. Namun dengan realisasi mencapai 124 unit tahun sebelumnya, sudah cukup memuaskan.

“Diharapkan target yang dipasang sebanyak 152 unit tahun 2017 ini, akan benar-benar tercapai. Bahkan diprediksi bisa lebih, bila potensi penerimaan pada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pada Kementrian Agama (Kemenag) bisa dilakukan penggalian secara maksimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tahun lalu, penerimaan zakat oleh Baznas Pessel sebesar Rp3,06 miliar, dan untuk tahun ini ditargetkan mencapai Rp3,60 miliar.

Menurutnya, meski ditargetkan Rp3,6 miliar, tetapi prediksi potensi penerimaan bisa mencapai dua kali lipat.

“Sebab potensi itu ada pada zakat yang berasal dari gaji sertifikasi guru, baik di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, maupun dari Kemenag Pessel,” ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus dari Dinas Pendidikan saja, potensinya mencapai Rp2 miliar dengan rata-rata Rp500 juta per triwulan, sedangkan dari jajaran Kemenag mencapai Rp1 miliar per tahun.

Baca juga:
150 Ton Sampah Penuhi Kawasan Pantai Padang

“Berdasarkan analis itu, penerimaan bisa mencapai Rp 6,6 miliar di tahun ini,” jelasnya.

Terkait dengan prosedur untuk mendapatkan program bedah rumah itu, bisa melalui usulan langsung masyarakat ke Pemkab Pessel, atau melalui nagari, camat, dan Baznas kabupaten.

Selanjutnya, usulan atau proposal yang masuk akan diverifikasi tim yang akan meninjau ke lapangan terkait kelayakan yang bersangkutan menerima bantuan bedah rumah.

Sementara itu, dalam pengelolaan anggaran panitia atau pengurus Baznas menerapkan manajemen masjid, sehingga dana yang dikumpul hanya terpakai khusus untuk bantuan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Setiap bulannya panitia membuat laporan tertulis kepada Pemerintah kabupaten. Ada penggantian biaya transpor, biaya operasional dan lainnya oleh pemerintah, sehingga zakat yang dipungut dari PNS itu utuh untuk masyarakat miskin yang membutuhkan,” jelasnya.