Bayi Perempuan Diduga Dibuang oleh Orangtuanya di Bukittinggi

Padangkita.com –  Bayi perempuan malang yang dibuang orang tuanya dan ditemukan warga di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah pada Senin 7 Mei 2018 kemaren malam sekira pukul 22.58 WIB, saat ini dalam perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya bayi baru lahir dengan berat 2,6 Kilogram dan panjang 52 Centimeter ini, ditemukan tanpa pakaian di depan pagar rumah warga pasangan Angga Kurniawan (28) dan Rina (26).

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi Ipda Rommy Hendra, Selasa (8/5/2018), mengatakan, pada saat ditemukan bayi malang ini masih berlumuran darah, kulitnya sedikit kebiruan, dan tali pusarnya seperti dipotong secara paksa menggunakan benda tajam.

“Berdasarkan keterangan dari pasangan suami istri yang menemukan bayi itu, mereka terkejut mendengar tangisan bayi yang berada didekat pagar rumahnya pada malam hari. Setelah dilihat keluar ternyata ada seorang bayi yang terbaring dalam kondisi memprihatinkan, tanpa selembar kain bedong, dan masih berlumuran darah,” ulasnya.

Kaget dengan temuan bayi itu sambung Rommy Hendra, pasangan suami istri ini bersama warga sekitar langsung membawa ke bidan terdekat, agar si bayi mendapatkan pertolongan, dan tidak berselang lama bidan ini kemudian menyarankan agar si bayi dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, dan mendapat perawatan oleh dr. Warda Mutia, yang menyatakan kelahiran bayi itu belum cukup bulan, sehingga perlu perawatan intensif.

 “Setelah diberikan pertolongan pertama oleh bidan, bayi selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan yang maksimal, sementara pelaku pembuangan bayi masih dalam tahap pengejaran,” ulasnya.

Rommy Hendra menambahkan, Tim Identifikasi Polres Bukittinggi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengidentifikasi lokasi penemuan bayi, guna mencari bukti-bukti lain yang dapat memperkuat penyelidikan siapa yang telah membuang bayi ini ke depan pagar rumah warga.

Sementara itu salah seorang Pegawai Bagian Informasi dan Pemasaran Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi, Sabrina Ramadani mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan itu telah diperiksa oleh Dokter Spesialis Anak, Metrizal. Setelah diberikan pertolongan, bayi ini dirawat di ruang Perinatologi.

Baca juga:
Korban First Travel di Padang Bertambah

“Prediksi dokter, bayinya belum berumur sehari saat ditemukan, dan siang tadi pihak Dinas Sosial, Dinas P2TP2A Bukittinggi, serta pihak kepolisian sudah datang menjenguk bayi itu, dan saat ini kondisinya sudah membaik,” terangnya.

Perawat Rumah Sakit Ibnu Sina menuturkan pesan dari saksi penemu bayi, agar memberikan nama Sanika Haura yang berarti perempuan berkulit putih yang berhati ikhlas.

Guspra Koto