Aplikasi ini Berikan Peringatan 30 Detik Sebelum Terjadinya Gempa Bumi

Padangkita.com – Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan gempa. Hal ini mengharuskan pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada apabila bencana itu datang.

Lalu bagaimana jika kita bisa mengetahui gempa akan terjadi sebelum ia mengguncang? Kemajuan teknologi memungkinkan warga untuk mendapatkan peringatan dini sebelum gempa menggunakan smartphone mereka.

Seismolog dan pengembang aplikasi menciptakan aplikasi baru yang mengubah smartphone menjadi detektor gempa pribadi.

Beberapa warga California mengetahui gempa yang mengguncang daerah tersebut pada 5 April 2018 lalu bahkan sebelum gempa itu terjadi.

Mereka yang memiliki aplikasi Quake Alert versi beta di smartphone mendapatkan peringatan sekitar 30 detik sebelum terjadi gempa. Aplikasi ini dirilis oleh Early Warning Labs sebuah perusahaan Santa Monica yang bekerja dengan US Geological Survey pada sistem peringatan dini. Aplikasi dapat diunduh secara gratis dan diklaim dapat memberikan peringatan 60 detik sebelum gempa yang membahayakan melanda.

Alissa Walker, seorang warga California dalam cuitannya mengatakan bahwa Ini adalah gempa pertama yang ia rasakan setelah mendapatkan akses pada aplikasi tersebut. Ia mendapatkan peringatan 34 detik sebelum kejadian. “Cukup waktu untuk menunduk, berlindung, dan bertahan; hal yang harus saya lakukan jika saya mengetahui bahwa getaran akan semakin kuat (diterjemahkan dari bahasa Inggris),” ujarnya, dikutip dari livescience.com, Rabu (11/4/2018).

Menurut Early Warning Labs, dilansir dari laman yang sama, aplikasi ini bekerja berkat jaringan sensor seismik yang mendeteksi gelombang primer (P-Waves), yaitu energi pertama yang terpancar dari gempa bumi. Sensor seismik juga mendeteksi lokasi dan besarnya gempa. Setelah gelombang longitudinal primer dideteksi, aplikasi mengirimkan peringatan sebelum gelombang sekunder (S-waves) yang lebih kuat, atau gelombang transversal (share waves) tiba, yang biasanya menyebabkan kerusakan paling besar. Peringatan juga dikirim ke petugas tanggap darurat publik lokal dan negara bagian, infrastruktur (seperti saluran gas, pembangkit listrik) serta untuk bisnis swasta dan publik.

Sistem peringatan dini untuk gempa bumi juga telah diterapkan di negara lain, termasuk Jepang, Taiwan dan Meksiko. Bahkan, orang-orang di Meksiko mendapat peringatan 60 detik dalam gempa berkekuatan 8,1 yang melanda wilayah ini pada 8 September 2017 lalu.

Baca juga:
Startup Sumbar Wakili Indonesia di Uprise Festival Irlandia

Walaupun hanya beberapa detik, peringatan dapat memberi orang waktu untuk membungkuk, berlindung dan bertahan sebelum gempa terjadi. Hal ini juga bisa menjadi peringatan bagi orang yang sedang mengoperasikan alat berat atau sedang berkendara untuk memperlambat dan menghentikan kendaraannya, terutama jika mereka akan melaju ke jembatan, terowongan atau jembatan layang.
Aplikasi Quake Alert ini bukanlah satu-satunya aplikasi pendeteksi gempa. Aplikasi MyShake dapat mengambil dan menginterpretasikan aktivitas gempa di dekatnya, memperkirakan lokasi dan kekuatan gempa sebenarnya, dan kemudian menyampaikan informasi ke pusat data untuk seismolog agar dapat dianalisis. Selain itu, ada banyak aplikasi lain yang dapat diunduh di smartphone masing-masing, seperti Info Gempa dan Cuaca-BMKG, Earthquake Detector, Seismometer, dan lain sebagainya.