Antisipasi Dini Penyalahgunaan Narkotika, Pemko Padang Kampanye ke Sekolah

Ilustrasi barang bukti narkoba. (Foto: ditresnarkoba polda kalsel)

Padangkita.com – Pemerintah kota Padang menyatakan dukungan unuk pemberantasan narkotika yang akan merusak generasi muda penerus bangsa.

Sebagai salah awal untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pemerintah kota Padang akan gemcar untuk melakukan kampanye-kampanye anti narkoba di sekolah-sekolah.

Walikota Padang berharap agar kegiatan ini dapat meminimalisir penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda di kota PAdang

“Pemko Padang serius dalam pemberantasan narkoba. Kita anggarkan dan kampanye di sekolah-sekolah guna mencegah generasi muda supaya tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” ujar Wako Padang, Mahyeldi Ansyarullah, seperti dilansir humas, Rabu (16/08/2017).

Peredaran narkoba di Sumatera Barat dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbadning lurus dengan hal tersebut pengungkapan kasus narkoba dan penangkapan pelaku juga terus meningkat.

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumatera Barat Irjen Fakhrizal mengatakan, dari data hasil ungkap kasus narkoba yang dilaksanakan oleh Polda Sumbar dan jajaran Polres setiap tahunnya terjadi peningkatan.

Tahun 2016, kepolisian berhasil mengungkap sebanyak 824 kasus penyalahgunaan narkotika dengan jumlah tersangka mencapai 1.110 orang.

Angka ini meningkat sebanyak 189 kasus dibanding tahun 2015 yang mencapai sebesar 635 kasus dengan tersangka 815 orang.

“Khusus tahun 2017, hingga bulan Juli, sudah mencapai angka 522 kasus dengan jumlah tersangka 675 orang penyalahgunaan narkotika,” jelasnya disela-sela acara pemusnahan barang bukti narkoba hasil sitaan Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Satresnarkoba jajaran Polres di Tugu Merpati Perdamaian Padang, Selasa (15/8/2017).

Menurutnya, jika tidak dilakukan tindakan tegas dan pencegahaan sejak dini maka hal ini akan menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda Indonesia.

Hal lain dikatakan Fakhrizal, penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini, mencapai 5,2 juta jiwa, dengan angka kematian setiap harinya dikarenakan menggunakan narkoba sekitar 40-50 orang setiap harinya atau sekitar 15.000 setiap tahunnya.

“40-50 orang mati setiap harinya karena narkoba di Indonesia,” katanya lagi.

Untuk wilayah Sumbar, berdasarkan hasil survey BNN pada tahun 2015 angka penyalahgunaan narkoba mencapai angka 63.352 jiwa dengan tahapan terbanyak adalah coba-coba.

Baca juga:
Tim Safari Ramadan Pessel Kunjungi 30 Masjid

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, maka Sumbar menempati urutan ke -24 dari 33 provinsi.