Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Ini Kiat Sukses Chairul Tanjung

Chairul Tanjung memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang (Foto: unp.ac.id)

Padangkita.com—Chairman CT Corp Chairul Tanjung berbagi tips dengan mahasiswa bagaimana menjadi pengusaha sukses di era teknologi sekarang.

CT, begitu panggilan akbarnya menantang mahasiswa yang mengikuti kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (18/5/2017) lalu, berani mengambil risiko menjadi pengusaha.

“Mahasiswa harus berani jadi entrepreneur, jadi pengusaha. Manfaatkan teknologi yang semakin berkembang,” katanya.

Ia menilai kemajuan teknologi membuat orang lebih mudah untuk membangun usaha menjadi entrepreneur, karena prosesnya menjadi lebih efektif dan jauh lebih efisien.

“Harus diketahui di era ini menjadi pengusaha lebih mudah. Dengan teknologi, lebih mudah mendapatkan investor, modal, lebih mudah melakukan pemasaran, tetapi harus kreatif dan selektif memanfaatkan peluang,” kata ayah dua anak itu.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang mau menjadi entrepreneurs untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sebab, jumlah pengusaha saat ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk, atau hanya sekitar 1,6 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Idealnya, jumlah pengusaha paling sedikit 2 persen dari jumlah penduduk, sehingga mampu membuka lapangan kerja yang besar dan menciptakan pertumbuhan.

“Dulu mau jadi pengusaha, mau jadi miliarder itu jalannya panjang sekali. Sekarang, perkembangan teknologi membuat semuanya berubah dengan cepat,” kata CT.

Ia mencontohkan bagaimana anak-anak muda yang kemudian dengan cepat menjadi miliarder karena berhasil mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi.

Tidak hanya di dunia, dimana anak muda Mark Zuckenberg menjadi orang kaya baru setelah mendirikan Facebook, tetapi tren pemanfaatan teknologi dalam berbisnis juga berkembang di Indonesia dan melahirkan pengusaha baru.

Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim misalnya, begitu juga dengan Ahmad Zaky yang mendirikan Bukalapak jadi miliarder dengan cepat karena mampu memanfaatkan teknologi.

Makanya, Mantan Menteri Koordinator Ekonomi era SBY itu mengajak anak muda lebih berani mengambil tantangan menjadi pengusaha dengan memanfaatkan teknologi.

Apalagi, Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi, dengan kian tumbuhnya jumlah orang kaya baru yang berbasis komsumer. Sehingga kegiatan ekonomi juga didorong dari konsumsi masyarakat.

“Setelah 2050, bonus demografi ini tidak ada lagi,” katanya.

Baca juga:
Garuda dan Lion Air Buka Penerbangan Langsung Padang-Jedah-Madinah

CT menerangkan yang paling penting dilakukan untuk menjadi pengusaha adalah kebulatan tekad, ketekunan untuk menjalankan bisnis, disiplin tinggi, kreatif dan inovatif, serta memanfaatkan teknologi dengan baik.

Ia mengajak anak-anak muda Indonesia untuk mengambil peluang jadi pengusaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang kian masif.

Perguruan tinggi, katanya, haruslah menjadi wadah yang menjembatani lahirnya entrepreneur baru dengan keahlian di bidang keilmuannya dan mampu mengembangkan bisnisnya secara inovatif.