8 Negara Ikut Partisipasi dalam ISoL III di Universitas Andalas

 

ISoL I Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas tahun 2013 silam (foto; Humas)

Padangkita.com – Delapan negara akan berpartisipasi dan mengikuti Seminar on Linguistic (ISoL) III yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Kamis (24/08/2017).

Delapan negara tersebut yang terdiri atas Jepang, Philipina, Amerika Serikat, Belanda, Arab Saudi, Thailand, Malaysia, dan Indonesia akan berbagi keilmuan tentang pengaruh era reformasi dan teknologi dalam bahasa kebangsaan masing-masing negara.

Reniwati, Ketua ISoL 3 mengatakan bawah ISoL merupakan kegiatan akademik yang diselenggarakan secara berkala, yaitu satu kali dalam dua tahun oleh Program Studi Linguistik Pascasarjana FIB Unand dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Andalas.

“Tahun ini, ISoL memasuki tahun ketiga dan mengangkat tema “Bahasa dan Dinamika Sosial” yang dijabarkan ke dalam beberapa subtema,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/08/2017).

Tema tersebut dipilih karena dinamika sosial yang bergerak cepat di tengah masyarakat dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bahasa, yang kemudian menimbulkan persoalan-persoalan kebahasaan, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Ketua ISoL 3 menuturkan bahwa seminar ini diharapkan dapat mendorong pemakalah luar negeri untuk berbagi pengalaman, informasi, dan hasil penelitian tentang masalah yang sama di negara masing-masing.

Baginya, teknologi dan reformasi pada hari ini sangat berpengaruh dalam perkembangan bahasa di berbagai negara. Hal tersebut disebabkan oleh dinamika sosial di berbagai negara yang tinggi.

“Hal ini tentunya berpengaruh pada bahasa karena bahasa merupakan alat perekam dinamika sosial,” ungkapnya.

Terkait bahasa dan dinamika sosial ini, pada pelaksanaan ISol kali ini akan menghadirkan Dadang Sunendar, Kepala Badan Bahasa Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ulasan yang disampaikan diharapkan dapat mendukung terciptanya suatu kebijakan untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan di Indonesia. Sebab, tidak hanya peneliti, tetapi sejumlah praktisi, pengamat bahasa, pemerhati bahasa, sastrawan, dan budayawan ikut terlibat dalam menganalisis dinamika sosial yang berdampak pada bahasa Indonesia saat ini. Bahkan, dinamika sosial yang diulas tidak hanya dilihat pada ragam lisan, tetapi juga dilihat pada karya sastra dan naskah kuno.

Mengulas berbagai persoalan bahasa di berbagai media tersebut, lima orang pemakalah turut diundang untuk mendampingi Dadang Sunendar Mereka ialah Faizah Sari (Surya University, Indonesia), Madya Marlina Maros (University Kebangsaan Malaysia, Malaysia), Djusmalinar Djamarin (Prince Songkla University, Thailand), Yoko Takafuji (Wako University, Jepang) dan Gusdi Sastra, (Universitas Andalas, Indonesia).

Bahkan, Mr. Abdulkhaleq A. Al-Qahtani, dari English Department yang sekaligus vise dean dari King Khalid University, Arab Saudi, turut hadir sebagai pemakalah. “Ada sejumlah 67 pemakalah dalam ISoL 3 ini,” ungkapnya.