12 Tahun Diminta, Lanud Wiriadinata Akhirnya Jadi Bandara Umum

Presiden Jokowi meresmikan MoU Lanud Wiriadinata menjadi bandara umum (Foto: setkab.go.id)

Padangkita.com – Masyarakat Kota Tasikmalaya, Jawa Barat akhirnya bakal dapat merasakan transportasi udara, setelah Lapangan Udara (Lanud) Wiriadinata yang menjadi pangkalan TNI AU dioperasikan menjadi bandara umum.

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung penandatangan MoU atau kesepakatan antara TNI AU, Kementerian Perhubungan dan Pemko Tasikmalaya tentang optimalisasi pangkalan TNI AU Wiriadinata jadi bandara umum.

Penandatanganan itu adalah hasil langkah cepat Jokowin setelah mendengarkan keluhan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang sudah 12 tahun meminta agar Lanud Wiriadinata  juga dapat dimanfaatkan sebagai bandara umum atau komersial.

“Itu belum juga terlaksana,” ucap presiden menirukan keluhan Wali Kota Tasikmalaya. “Saya tidak mau bulan, saya minta minggu, dua minggu. Dan ternyata dua hari sudah selesai,” ungkap Jokowi, Minggu (11/6/2017).

Presiden optimistis pemanfaatan bandara itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis di Tasikmalaya dan sekitarnya. Bahkan, dalam waktu enam bulan mendatang bandara Wiriadinata akan ramai.

Agar bandara ini semakin maksimal mendorong ekonomi Tasikmalaya dan sekitarnya, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk memperpanjang  landasan.

“Sekarang runway-nya kan 1.200 meter. Perpanjang tahun ini menjadi 1.600 meter,” kata Jokowi.

Bukan kali ini saja Presiden mendorong percepatan pengembangan bandara. Pengalaman serupa pernah terjadi di bandara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara beberapa tahun lalu.

Bandara yang sudah ada itu tidak terpakai. Jokowi akhirnya memerintahkan maskapai Garuda Indonesia untuk membuat jadwal penerbangan reguler ke sana.

“Sekarang jadi rebutan, semua maskapai jadi terbang ke sana,” katanya.

Presiden juga mengingatkan agar semua persyaratan tata kelola dan prosedur harus diikuti, termasuk dengan mekanisme pemindahan aset, harus berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang ada.

Ia mengatakan, tak hanya udara, transportasi darat juga menjadi perhatian pemerintahannya. Seperti jalur kereta api. Pemerintah akan mengkaji lebih rinci berbagai kemungkinan pengembangan sarana tranportasi kereta api.

“Saya kira kalau kita bekerja secara maraton seperti ini, paralel yang udara, yang darat semuanya dikerjakan, insya Allah ekonomi kita akan menjadi lebih baik, terutama ekonomi di daerah, di sini,” katanya.

Baca juga:
Tanpa Tes SKB, Tenaga Honorer K2 Bisa Ikuti Seleksi CPNS 2018