Wali Kota Erman Safar Akan Cabut Perwako tentang Tarif Retribusi Pasar di Bukittinggi

Penulis: Agg
|
Editor: Zulfikar

Berita Bukittinggi hari ini dan berita Sumbar hari ini: Wako Erman Safar akan segera mencabut Perwako Nomor 40 tahun 2018.

Bukittinggi, Padangkita.com – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menegaskan akan mencabut Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 40 tahun 2018 tentang tarif retribusi pasar di Bukittinggi.

Hal itu disampaikan Erman saat bertemu dengan masyarakat dan sejumlah tokoh di Rumah Dinas Belakang Balok, Bukittinggi, Jumat (26/2/2021).

Erman yang didampingi Anggota DPR RI, Andre Rosiade, saat itu menyampaikan bahwa perwako yang akan dicabut itu tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pasar Grosir atau Pertokoan dan Peninjauan Tarif Retribusi Pasar.

“Pencabutan Perwako ini tentunya menjadi harapan bagi semua pedagang di pasar-pasar dan juga PKL serta semua pedagang yang terkena dampak. Begitu juga pedagang lainnya yang terkena dampak Perwako 41/2018. Malam ini kita mulai tahapan pencabutan Perwako dengan tetap mengacu kepada peraturan yang berlaku,” ujar Erman, Jumat (26/2/2021).

Bahkan, Erman juga menyatakan akan mengajak para pedagang dan warga mengkaji nilai retribusi yang sesuai dengan kemampuan dan ekonomi. Apalagi, di tengah Pandemi Covid-19 ini.

“Kami paham Bukittinggi adalah kota wisata dan pariwisata merupakan sektor yang terdampak langsung dari pandemi. Setelah sertijab, satu atau dua bulan ke depan, kami akan memulai tahapan awal merumuskan pembuatan perwako yang baru. Ini hari pertama kerja, ini pekerjaan pertama kami sebagai Wako,” tegasnya.

Sementara itu, Andre Rosiade juga mendorong agar Wali Kota Bukittinggi segera mencabut Perwako tersebut.

“Surat pernyataan untuk memulai tahapan mencabut Perwako Nomor 40 dan 41 akan ditandatangani oleh Pak Wali Kota dan kami akan menjadi saksinya. Mari kita doakan Pak Wali Kota untuk tetap istikamah dan bernyali. Kita dukung sepenuhnya apa yang menjadi janji kampanye dan visi misi saat Pilkada,” ujar Andre.

Ditegaskan Andre, bahwa ia dan kader Gerindra tidak ingin disebut sebagai ‘Politisi Panduto’ dan apa yang sudah dijanjikan akan diwujudkan.

“Saya juga dengar mimpi Pak Wali Kota untuk merevitalisasi Pasar Bawah. Kami di Komisi VI DPR RI bermitra dengan Kementerian Perdagangan. Nanti saya akan ajak Pak Wali Kota bertemu Pak Lutfi (Menteri Perdagangan) untuk tahu bagaimana anggarannya. Kami juga bermitra dengan Kementerian BUMN, kita juga akan fasilitasi pertemuan untuk membahas bagaimana memanfaatkan aset di Kota Bukittinggi ini,” ucap Andre.

Tidak hanya itu, Andre juga memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah diraih Partai Gerindra dalam beberapa kontestasi politik di Mantan Ibu Kota Indonesia itu.

Baca juga: Pesan Sandiaga dan Janji Gerindra Saat Kampanye NA-IC dan Erman Safar-Marfendi di Bukittinggi

“Gerindra diberi kepercayaan oleh masyarakat Bukittinggi pada Pileg 2014, Pileg 2019 dan Pilwako 2020. Kepercayaan yang begitu besar wajib bagi Partai Gerindra bekerja keras dan bekerja cepat mewujudkan janji untuk menyejahterakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada warga Bukittinggi. Kami tidak akan mengkhianati dukungan. Doakan kami konsisten. Politisi Gerindra tak akan jadi ‘politisi panduto’ di Sumbar,” kata Andre. [zfk]


Baca berita Bukittinggi hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist