Tiga Harimau Sumatra di Solok Selatan Tidak Muncul Lagi, BKSDA Hentikan Penanganan

Penulis: Fuadi Zikri

Padang, Padangkita.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) menyatakan penanganan harimau sumatra yang berkonflik dengan manusia di Sungai Ipuh, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan selesai.

Sebelumnya, warga setempat diresahkan dengan kemunculan tiga satwa langka dan dilindungi tersebut sejak pertengahan September 2021 lalu. Sejumlah jejak ditemukan dan bahkan beberapa orang warga melihat langsung keberadaan harimau sumtra itu.

“Terkait kegiatan penanganan tiga ekor harimau sumatra di Solok Selatan dinyatakan tuntas,” ujar Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Ardi menjelaskan, sejak laporan kemunculan satwa itu, pihaknya telah melakukan pananganan di lokasi. Mulai dari pemasangan kamera trap untuk mengidentifikasi satwa, hingga melakukan penghalauan menggunakan meriam karbit dan spritus.

Dalam proses penanganan, kata Ardi, pihaknya memang menemukan jejak harimau sumatra di tiga lokasi, yang masing-masingnya berukuran 15×15 sentimeter, 7,5×7,5 sentimeter, dan 15×15 sentimeter. Jejak-jejak itu ditemukan di sekitar area perkebunan atau sawah, permukiman dan sungai.

“Berdasarkan laporan Wali Nagari dan Bhabinkamtibmas serta tim TNKS (Taman Nasonal Kerinci Seblat), dari tanggal 5 Oktober 2021 sampai hari ini ketiga harimau sumatra tersebut tidak tampak lagi, dan jejak tidak ditemukan,” kata Ardi.

Meski penanganannya dinyatakan telah tuntas, tambah Ardi, pihaknya tetap memasang kamera trap di lokasi-lokasi penemuan jejak untuk memastikan keberadaan satwa dengan nama Latin Panthera Tigris Sumatrae tersebut.

Pihaknya juga mengedukasi masyarakat setempat agar tidak membiarkan ternak di pinggir hutan dan agar pulang dari ladang sebelum gelap. BKSDA mengajak masyarakat untuk membuat meriam karbit yang dapat dipergunakan untuk menghalau satwa tersebut.

Baca juga: Tak Hanya Harimau Sumatra, Warga Pasaman Juga Gelar Upacara Adat untuk Obati Macan Dahan yang Terluka

“Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum setempat melalui Babinsa atau Bhabinkamtibmas agar melaporkan situasi secara berkala kepada BKSDA atau TNKS,” pungkasnya. [mfz/pkt]

Terpopuler