Terminal Simpang Empat Belum Maksimal Sumbang PAD, Ini Sebabnya

Berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar hari ini: Keberadaan Terminal Simpang Empat, Pasaman Barat belum bisa maksimal menyumbang APD.

Kondisi Terminal Simpang Empat, Pasaman Barat. [Foto: Romi/Padangkita.com]

Berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar hari ini: Keberadaan Terminal Simpang Empat, Pasaman Barat belum bisa maksimal menyumbang APD.

Simpang Empat, Padangkita.com - Terminal Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) belum bisa maksimal menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain karena kondisi terminal yang tak mendukung, juga diakibatkan masih banyaknya mobil angkutan yang tidak masuk terminal.

Terminal ini mulai beroperasi dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB setiap hari, melayani mobil Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan Angkutan Desa serta bus perintis Damri subsidi dari pemerintah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Terminal, Misnan melalui staf pengelolaan terminal, Fadri Bur mengatakan target PAD yang dibebankan ke terminal sebesar Rp5 juta per bulan. Namun jumlah itu diakuinya tidak pernah tercapai akibat kondisi terminal yuang memprihatinkan.

"Dalam satu harinya paling kita hanya mendapatkan PAD sebesar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Itupun tergantung jumlah mobil yang masuk ke terminal," kata Fadri.

Sementara itu, Edi, Agen Bus DPE trayek Pasaman Barat-Pekanbaru dan Simpang Empat-Lubuksikaping mengaku pendapatan bus memang jauh menurun. Kini, setiap hari, dia hanya mengantongi penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Dulu, kata dia, terminal tersebut sangat ramai.

"Kondisi saat ini sangat jauh berbeda dari dulunya. Selain sepinya penumpang yang menggunakan kendaraan umum, ditambah lagi karena adanya beberapa bus yang tidak masuk terminal untuk mengambil penumpang melainkan mangkal di luar terminal," kata Edi kepada Padangkita.com, Senin (8/2/2021) siang.

Selain itu, menurut Edi ada juga mobil pribadi yang masuk terminal untuk mengambil penumpang, padahal seharusnya hal ini tidak dibenarkan.

"Seharusnya ada penertiban terhadap mobil pribadi pelat hitam yang masuk dan mengambil penumpang di terminal," lanjutnya.

Di samping itu, masuknya angkutan Perintis Bus Damri ke dalam terminal juga akan mempengaruhi penumpang yang akan menggunakan angkutan desa seperti oplet.

"Memang bus Damri ini trayeknya hanya satu arah, namun itu juga akan mempengaruhi jumlah penumpang oplet karena ongkos yang jauh lebih murah," tutur Edi.

Baca juga: Melihat Kondisi Terminal Simpang Empat Pasaman Barat yang Sangat Memprihatinkan

Edi berharap, ke depan ada penataan yang lebih baik terhadap Terminal Siampang Empat. [pkt]


Baca berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Baca Juga

Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang
Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang
Rp83 Miliar dari Kemenhub untuk Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, Investor mulai Melirik
Rp83 Miliar dari Kemenhub untuk Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, Investor mulai Melirik
Sebelum Resmikan Jembatan di Teluk Tapang, Gubernur Mahyeldi Tausiah Subuh di Air Bangis
Sebelum Resmikan Jembatan di Teluk Tapang, Gubernur Mahyeldi Tausiah Subuh di Air Bangis
2.000 Hektare Lahan Eks Proyek Air Runding belum Jelas Status Hukum dan Penguasaannya
2.000 Hektare Lahan Eks Proyek Air Runding belum Jelas Status Hukum dan Penguasaannya
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko