Tarif Air PDAM di Sumbar Belum FCR, Gubernur Mahyeldi: 3 Tahun Ini Kita Realisasikan

Padang, Padangkita.com - Akibat tarif PDAM di Sumbar belum sesuai FCR turut berimbas terhadap penyediaan air bersih untuk masyarakat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. [Foto: Dok. Biro Adpim Setdaprov Sumbar]

Padang, Padangkita.com - Akibat tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Sumatra Barat (Sumbar) belum sesuai Full Cost Recovery (FCR) turut berimbas terhadap penyediaan air bersih untuk masyarakat.

Kasubdit BUMD Air Minum, Limbah dan Sanitasi Kementrian Dalam Negeri, Riris Prasetyo mengatakan, untuk memberikan pelayanan terhadap hak masyarakat atas air bersih, maka gubernur harus segera menetapkan tarif FCR.

"Kalau tarif sudah FCR, PDAM seharusnya sudah bisa memberikan pelayanan dan meningkatkan cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, bahwa alam tiga tahun ke depan, Pemprov akan menetap batas tarif itu setiap tahun.

"Gubernur berkewajiban untuk menetapkan tarif atas dan bawah PDAM sebagai pedoman bagi bupati dan wali kota untuk menyesuaikan tarif air," ujar Mahyeldi.

"Bupati dan wali kota juga harus menetapkan tarif air setiap tahun, meskipun tidak ada kenaikan tarif," paparnya.

Sementara itu, Ketua PD Perpamsi Sumbar, Hendra Pebrizal menyebutkan, selama ini PDAM kesulitan dalam meningkatkan kualitas layanan dan keterjangkauan pada konsumen karena tarif belum FCR.

"Untuk itu, penting kebijakan kepala daerah untuk penyesuaian tarif air atau memberikan penyertaan modal/subsidi bagi PDAM," ujarnya.

Selama ini, ucap Hendra, PDAM sudah mengedepankan prinsip efesiensi namun belum bisa menutupi kebutuhan operasional. Ditambah lagi harga material untuk produksi air, operasional pemeliharaan jaringan perpipaan, logistik dan bahan kimia semakin meningkat.

Baca juga: Sumbar Masih Bahas Tarif Atas-Bawah PDAM

"Jika penyesuaian tarif disetujui, maka akan mempertimbangkan beberapa hal diantaranya keterjangkauan, keadilan, mutu pelayanan, pemulihan biaya, efisiensi pemakaian air, transparansi dan akuntabilitas serta perlindungan air baku," katanya. [*/zfk]

Baca Juga

Temui Dubes Suriah, Gubernur Sumbar Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan - Sister Province
Temui Dubes Suriah, Gubernur Sumbar Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan - Sister Province
Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menag
Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menag
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Salaman dengan Presiden Prabowo, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Langsung Terima Kasih
Salaman dengan Presiden Prabowo, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Langsung Terima Kasih
Gubernur Mahyeldi Sebut Rakornas Pusat-Daerah Momentum Strategis Perkuat Koordinasi
Gubernur Mahyeldi Sebut Rakornas Pusat-Daerah Momentum Strategis Perkuat Koordinasi