Padang, Padangkita.com — Penantian panjang Endra Yeni untuk memiliki tempat bernaung yang manusiawi akhirnya tunai. Perempuan yang akrab disapa Linda ini tak kuasa membendung air mata saat menerima replika kunci rumah dari Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Firma Yudi, di Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (5/2/2026).
Bagi ibu rumah tangga yang bermukim di RT 1 RW 8 ini, kunci tersebut bukan sekadar benda logam pembuka pintu, melainkan simbol berakhirnya masa-masa sulit. Selama kurang lebih enam tahun, Linda bersama lima anaknya yang masih kecil terpaksa bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Rumah lamanya jauh dari kata layak. Atapnya rendah dan bocor setiap kali hujan deras mengguyur, dindingnya hanya berupa sekat tripleks tipis yang rapuh, sementara lantainya masih berupa tanah yang lembap. Kondisi ini tentu tidak sehat bagi tumbuh kembang anak-anaknya.
Namun, pemandangan itu kini berubah total. Di atas tanah yang sama, kini berdiri kokoh sebuah rumah permanen seluas 40 meter persegi. Rumah ini dibangun menggunakan material Sepablock, bata saling kunci (interlock brick) yang merupakan produk inovasi ramah lingkungan dari PT Semen Padang.
"Terima kasih kepada PT Semen Padang, Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, dan semua pihak yang telah membantu. Saya tidak tahu harus berkata apa selain bersyukur," ucap Linda sembari menyeka sudut matanya yang basah.
Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, Maulana Sardi, menjelaskan bahwa realisasi bedah rumah ini melalui proses verifikasi yang ketat. Pada tahun 2025, terdapat 12 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang diusulkan dan disurvei. Berdasarkan musyawarah, keluarga Linda dinilai paling prioritas untuk segera dibantu.
Menariknya, pembangunan rumah ini tidak hanya mengandalkan dana CSR perusahaan, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
"Kualitas bangunan pun ikut ditingkatkan, mulai dari penggunaan loteng hingga pemilihan kunci rumah yang lebih baik dan aman. Berkat swadaya masyarakat, luas bangunan dapat ditingkatkan dari rencana awal 36 meter persegi menjadi 40 meter persegi," ujar Maulana Sardi.
Sardi berharap, dengan hunian yang layak, Linda dapat memulai lembaran baru, termasuk merealisasikan rencananya membuka usaha kecil-kecilan di depan rumah demi menopang ekonomi keluarga.
"Kami berharap Linda dan keluarganya dapat memanfaatkan rumah ini sebaik-baiknya. Semoga rencana ke depannya segera terealisasi. Mudah-mudahan ke depan rezekinya semakin bertambah dan keluarga ini bisa hidup lebih sehat serta sejahtera," tambahnya.
Local Community Organizer (LCO) Koto Lalang, Jefri Alfikri, menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah bukti kekuatan kolaborasi.
"Dengan sinergi yang kuat, program ini bisa berjalan dengan baik. Tujuan utamanya adalah mengurangi angka kemiskinan di Kelurahan Koto Lalang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Jefri.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program Rumah Layak Huni ini merupakan implementasi konkret dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat di wilayah ring 1 operasional pabrik. Program ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Bedah Rumah Semen Padang, Marlis Berurai Air Mata
"PT Semen Padang berkomitmen untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Program Rumah Layak Huni ini tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang aman dan sehat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup penerima manfaat serta keluarganya," tegas Win Bernadino. [*/hdp]











