Padang, Padangkita.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pascabanjir bandang mendapat respons cepat dari PT Semen Padang. Anak usaha SIG (Semen Indonesia Group) ini menerjunkan tim relawan untuk mendistribusikan total 232.000 liter air bersih ke kantong-kantong pemukiman yang terdampak parah.
Distribusi air bersih ini dilakukan secara maraton selama sepekan lebih, mulai 2 hingga 10 Desember 2025, menyasar wilayah yang jaringan pipanya lumpuh total.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, mengungkapkan bahwa bantuan ini adalah langkah taktis perusahaan untuk memitigasi dampak lanjutan bencana. Rusaknya infrastruktur PDAM membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan akses sanitasi dasar.
“Banjir bandang memutus urat nadi air bersih ke rumah-rumah warga. Melalui Program Semen Padang Peduli, kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi hingga perbaikan infrastruktur selesai,” tegas Ilham, Sabtu (13/12/2025).
Ilham menambahkan, aksi korporasi ini selaras dengan visi pemerintah pusat. “Ini bagian dari dukungan terhadap kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, utamanya dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan ketahanan masyarakat saat menghadapi bencana,” imbuhnya.
Di lapangan, operasi distribusi air ini dikomandoi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang. Koordinator Posko Semen Padang Peduli, Ferdy Dinardo, menjelaskan pihaknya mengerahkan dua armada tangki (water truck dan fire truck) yang bergerak mobil ke 21 titik lokasi berbeda.
“Kami tidak sekadar mengirim air, tapi memetakan wilayah mana yang paling urgent. Polanya bergerak dari satu titik ke titik lain sesuai permintaan warga,” ujar Ferdy.
Berdasarkan data lapangan, distribusi air menyasar area padat penduduk dan fasilitas umum. Wilayah yang terjamah bantuan meliputi kawasan Ampang, Siteba, Tabing, Air Tawar, hingga Bungo Pasang. Tak luput, kawasan pinggiran seperti Binuang Kampung Dalam, Sungai Lareh, dan Padang Besi juga mendapat pasokan rutin.
Volume distribusi disesuaikan dengan tingkat kepadatan penduduk. Sebagai contoh, kawasan Ampang dan Air Tawar masing-masing menerima suplai masif hingga 16.000 liter pada puncaknya, sementara wilayah lain berkisar antara 6.000 hingga 12.000 liter per kunjungan.
“Rangkaian operasi ini resmi kami tutup pada 10 Desember di Perumahan Bungo Pasang, seiring dengan mulai pulihnya sebagian jaringan air dan berakhirnya masa tanggap darurat posko kami pada 11 Desember,” jelas Ferdy.
Baca Juga: Wagub Vasko Ungkap Krisis Air Bersih Pasca-Bencana Banjir Bandang di Kota Padang
Ia berharap, suplai ratusan ribu liter air ini mampu menopang kebutuhan sanitasi warga di masa-masa tersulit pascabencana. “Komitmen kami jelas, Semen Padang akan selalu ada bersama masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun darurat,” tutupnya. [*/hdp]











