Padang, Padangkita.com – Keberhasilan Sumatera Barat menggelar kejuaraan taekwondo berskala regional, The Arena of Maestro – Taekwondo Championship 2026, menjadi suntikan moral berharga bagi dunia olahraga Ranah Minang.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar) kini menatap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI dengan optimisme tinggi.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menilai ajang yang diikuti oleh 1.500 atlet dari berbagai provinsi di Sumatera ini merupakan ujian sesungguhnya bagi kesiapan panitia lokal. Kesuksesan mengelola ribuan peserta tanpa kendala berarti menjadi bukti bahwa Sumbar siap menghelat pesta olahraga yang lebih besar.
"Bila baralek gadang se-Sumatera bisa kita laksanakan dengan baik, insyaallah Oktober nanti, baralek gadang atlet Sumatera Barat akan sukses kita angkatkan," ujar Hamdanus dengan penuh keyakinan di sela-sela penutupan acara, Minggu (15/2/2026).
Menurut Hamdanus, kejuaraan ini bukan sekadar perebutan medali, melainkan simulasi manajerial (test event) untuk mengukur kapasitas penyelenggara menghadapi Porprov mendatang.
"Jika event regional lintas provinsi saja mampu kita gelar sukses, maka ajang se-Sumatera Barat saya yakini akan lebih sukses lagi," tambahnya.
Selain sukses penyelenggaraan, Hamdanus juga memberikan apresiasi khusus kepada Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar. Konsistensi pembinaan yang dilakukan dinilai telah membuahkan hasil manis, di mana atlet Sumbar kini mulai diperhitungkan di kancah nasional hingga internasional.
"Ini bukti bahwa taekwondo Sumatera Barat sudah menjadi perhatian dan punya daya saing. Salah satu atlet kita bahkan berhasil lolos pelatnas untuk persiapan Asian Games 2026," ungkap Hamdanus.
Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah memantau bibit-bibit muda dari Sumbar untuk diproyeksikan dalam program pembinaan atlet jangka panjang.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari di Padang ini mengusung tema kearifan lokal Baralek Gadang Para Juara di Bumi Minangkabau. Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Fakhru Razi, dalam laporannya menekankan pentingnya pembangunan karakter (character building) bagi seorang atlet bela diri.
Fakhru mengingatkan bahwa kemenangan di atas matras tidak boleh dicapai dengan cara-cara yang mencederai nilai sportivitas.
"Proses perjuangan menuju kemenangan adalah kehormatan, jangan nodai itu. Seorang juara sejati bukan diukur dari medali, tapi juga dilihat dari sikap dan perjuangan. Fokus menghormati lawan, dan jadilah juara sejati," tutur Fakhru Razi memberikan petuah kepada ribuan atlet muda.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur, yang mewakili Gubernur saat membuka acara, menegaskan bahwa kompetisi adalah "ruh" dari pembinaan olahraga.
"Kompetisi adalah tempat menguji latihan yang telah kita lakukan. Tanpa kompetisi, latihan yang adik-adik atlet lakukan tidak bisa terukur," kata Mahdianur.
Ia pun mengutip bait lagu Mars Patriot untuk membakar semangat para peserta agar bertanding dengan jiwa ksatria.
Baca Juga: Taekwondo Makin Diminati Masyarakat Kota Padang
"Kami adalah patriot olahraga. Sebagai patriot, atlet harus menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. Pemerintah Provinsi akan terus mendorong event serupa hadir untuk melahirkan juara-juara baru," pungkasnya. [*/hdp]











