Padang, Padangkita.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) membantu mencarikan solusi terkait persoalan siswa di Kampus II Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Padang.
Sebagai informasi, orang tua dan siswa menilai Kampus II di Jalan Bunda, Kelurahan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, tidak setara secara kualitas dan fasilitas dengan Kampus I di Jalan Belanti Raya, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Padang.
Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Daswanto mengatakan, Kampus II SMAN 1 Padang menggunakan gedung milik Yayasan SMA Bunda Padang, sebuah sekolah swasta.
"Waktu Penerimaan Peserta Didik Baru, kan ada daya tampung yang perlu kita maksimalkan sehingga perlu kita buka Kampus II SMAN 1 Padang dengan kapasitas 108 siswa penerimaan dengan jumlah tiga lokal," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan usai beraudiensi dengan perwakilan orang tua siswa tersebut di Kantor DPRD Sumbar, Selasa (27/9/2022).
"Namun, hari ini, muncul permasalahan antara Kampus I dan Kampus II, terutama terkait sarana dan prasarana yang mana di Kampus II agak kurang. Karena memang Kampus II itu adalah SMA Bunda yang kita pinjam pakai melalui Pemerintah Provinsi Sumbar untuk memaksimalkan penerimaan anak-anak kita di SMAN," imbuh Daswanto.
Selain itu, orang tua dan siswa juga mengeluhkan tenaga pengajar di Kampus II SMAN 1 Padang. Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumbar juga melibatkan guru SMA Bunda untuk menjadi pengajar di Kampus II SMAN 1 Padang dengan sistem honorer.
"Selain itu, juga ada persoalan terkait ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana mulai dari laboratorium hingga olahraga, yang mungkin dibutuhkan oleh anak-anak kita di Kampus II SMAN 1 Padang," jelas Daswanto.
Dia menegaskan, DPRD Sumbar akan berupaya membantu memindahkan siswa SMAN 1 Padang tersebut dari Kampus II ke Kampus I.
"Apakah dengan penambahan lokal di Kampus I, atau mungkin solusi lain yang bisa kita manfaatkan atas permasalahan yang terjadi," sampainya.
Menurutnya, anggaran yang diperlukan untuk pengadaan ruang kelas tersebut beserta sarana dan prasarananya ada Rp400 juta per lokal. Jadi, kalau tiga lokal, dana yang dibutuhkan mencapai Rp1,2 miliar.
"Kita khawatir kalau memang di anggaran (APBD 2022) Perubahan, karena ini harus melalui lelang, kita memang ragu ini bisa terlaksana maksimal. Yang jelas, pada APBD 2023, kita akan coba perjuangkan bagaimana penambahan tiga lokal ini bisa berada di Kampus I," ungkapnya.
Baca Juga: Siswa dan Ortu SMAN 1 Padang Datangi DPRD Sumbar, Tuntut Persamaan Hak
Sebelumnya diberitakan, orang tua dan siswa di Kampus II SMAN 1 Padang mendatangi Kantor DPRD Sumbar hari ini. Mereka mengadukan adanya perbedaan kualitas dan fasilitas antara Kampus I dan Kampus II SMAN 1 Padang. Mereka meminta DPRD Sumbar membantu mencarikan solusi. [fru]
*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News