Bantul, Padangkita.com – Semen Padang FC dihadapkan pada ujian berat dalam lanjutan pekan ke-16 BRI Super League 2025/26. Tim berjuluk Kabau Sirah ini harus bertandang ke markas tim papan atas, PSIM Yogyakarta, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu, (4/1/2026) dengan jadwal pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi pertaruhan krusial bagi Semen Padang. Posisi mereka yang kini terbenam di peringkat ke-16 klasemen sementara memaksa tim untuk berjuang mati-matian. Dengan hanya mengoleksi 10 poin dari 15 pertandingan, setiap poin yang diraih sangat berharga untuk melepaskan diri dari jerat degradasi.
Sayangnya, Semen Padang datang ke Bantul dengan modal yang kurang meyakinkan. Pekan lalu, mereka harus menelan pil pahit usai dihajar Madura United FC dengan skor telak 1-5 dalam laga tunda pekan ke-8.
Kondisi tim pun belum sepenuhnya pulih. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan bahwa skuadnya dalam kondisi yang nyaris serupa saat menghadapi Madura United, yakni tidak turun dengan kekuatan penuh akibat badai cedera dan penyakit yang menyerang pemain.
"Kami fokus penuh untuk pertandingan lawan PSIM. Sejak sebelum laga melawan Madura United, memang banyak pemain yang sakit. Jujur, kami tidak turun dengan kekuatan 100 persen. Namun, saya senang melihat semangat pemain yang tetap ingin memberikan yang terbaik di lapangan," ujar Dejan Antonic.
Dejan memastikan dua legiun asing andalannya tidak bisa diturunkan dalam laga krusial ini. Absennya pilar utama tentu menjadi lubang yang harus segera ditambal oleh tim pelatih.
"Tidak ada Rui Rampa dan Alhassan Wakasso dalam daftar susunan pemain nanti. Sementara untuk pemain lain yang sempat dikabarkan kurang fit, kami masih menunggu perkembangan kondisi terakhir mereka. Semoga mereka cepat sembuh dan bisa berkontribusi," tambah pelatih asal Serbia tersebut.
Meski diterpa situasi sulit, Dejan menegaskan timnya tidak akan mengibarkan bendera putih sebelum bertanding. Tekad untuk mencuri poin di kandang lawan tetap menyala demi misi penyelamatan tim dari zona merah.
Mengenai kekuatan lawan, Dejan Antonic mengaku menaruh hormat pada performa Laskar Mataram musim ini. Ia menyadari PSIM telah menjelma menjadi kekuatan baru yang solid di papan atas.
"Kami tahu PSIM adalah tim yang bagus pada musim ini. Ada banyak perubahan positif di kubu mereka. PSIM memiliki pemain asing berkualitas dan didukung pemain lokal berpengalaman. Posisi mereka di klasemen juga membuktikan kualitas tersebut," analisis Dejan.
Kendati demikian, Dejan memastikan anak asuhnya akan tampil habis-habisan (fight) untuk memberikan perlawanan sengit.
Baca Juga: Badai Cedera Hantam PSIM Yogyakarta Jelang Duel Klasik Kontra Semen Padang
"Tapi yang pasti, kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu mencuri poin. Kami selalu berpikir positif dan optimistis bisa mendapatkan hasil terbaik," pungkasnya. [*/hdp]











