Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak

Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ketika meninjau progres rekonstruksi jalan di Lembah Anai yang rusak dilanda galodo. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Padang Panjang, Padangkita.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta masyarakat tetap bersabar menunggu rampungnya rekonstruksi permanen jalan nasional di Lembah Anai.

Hingga saat ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Hutama Karya Infrastruktur (HKI) masih terus bekerja 24 jam setiap hari, agar ruas jalan yang putus akibat galodo tersebut bisa dilalui secara bertahap mulai Juli ini.

Mahyeldi meninjau progres rekonstruksi permanen jalan nasional Lembah Anai, Selasa (9/7/2024). Ia memastikan, Pemprov Sumbar juga terus membantu percepatan rekonstruksi jalan nasional tersebut, baik dalam bentuk peralatan, alat berat, dan bantuan lainnya.

"Sebagaimana kita saksikan, petugas dari Balai Jalan dan PT HKI bekerja 24 sehari semalam untuk mempercepat rekonstruksi jalan nasional ini. Kita ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, kita harap masyarakat tetap bersabar menunggu proses pembangunannya selesai," imbau Mahyeldi dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (10/7/2024).

Berdasarkan informasi dari BPJN Sumbar, kata Mahyeldi, dari 16 titik kerusakan jalan yang direkonstruksi secara permanen, terdapat tiga titik pengerjaan yang cukup berat dan membutuhkan tenaga ekstra. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar memastikan kesiapan untuk membantu percepatan proses rekonstruksi pada titik-titik tersebut.

"Ada tiga titik yang pengerjaannya cukup berat. Kita di Pemprov Sumbar akan segera rapat untuk menurunkan peralatan dan kendaraan alat berat, yang bisa digunakan untuk membantu percepatan pengerjaan tersebut," kata Mahyeldi yang dalam peninjauan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma Munaf.

Pemerintah, kata Mahyeldi, sangat menyadari bahwa jalan nasional Lembah Anai yang putus sepanjang lebih kurang 6 kilometer itu sangat penting bagi masyarakat, bahkan bagi masyarakat provinsi tetangga. Sebab, ruas jalan itu selama ini menjadi jalur utama perlintasan orang dan barang. Oleh karena itu, percepatan rekonstruksi permanen terus diupayakan.

"Untuk sementara, kita minta masyarakat tetap bersabar, dan menggunakan jalur alternatif seperti Malalak dan Sitinjau Lauik secara bijak, sembari menunggu rekonstruksi jalan Lembah Anai selesai,” imbaunya.

Baca juga: Demi Keselamatan, Gubernur Sumbar Imbau Pengendara Hindari Jalan Lembah Anai yang masih Diperbaiki

“Berdasarkan target sebelumnya, sekitar tanggal 20-an Juli ini jalan Lembah Anai sudah bisa dilalui secara bertahap, tetapi tetap akan ada pembatasan jenis kendaraan, dan masih sistem buka tutup hingga pengerjaan betul-betul rampung 100 persen," Mahyeldi menambahkan.

[*/adpsb]

Baca Juga

400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar
400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Sumbar Aman dan Kondusif Selama 2025, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kinerja Polda
Sumbar Aman dan Kondusif Selama 2025, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kinerja Polda
Gubernur Mahyeldi Ungkap Besaran Bantuan untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana
Gubernur Mahyeldi Ungkap Besaran Bantuan untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana
Masukan BPK Penting agar Program Penanganan Bencana di Sumbar dapat Berjalan Sesuai Aturan
Masukan BPK Penting agar Program Penanganan Bencana di Sumbar dapat Berjalan Sesuai Aturan
Pessel Siapkan 62 Unit Huntara di Bayang Utara, Gubernur Mahyeldi Minta Percepat Pembangunan
Pessel Siapkan 62 Unit Huntara di Bayang Utara, Gubernur Mahyeldi Minta Percepat Pembangunan