Rasio Tracing Kasus Covid-19 di Sumbar Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Padang, Padangkita.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Arry Yuswandi mengatakan angka tracing atau jumlah kontak erat yang berhasil ditelusuri di Sumbar masih rendah.

“Angka tracing kita di Sumbar masih rendah, masih di bawah lima,” ujarnya saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Kamis (29/7/2021).

Dia menuturkan angka tersebut masih jauh di bawah standar rasio tracing yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 1:15.

“Kalau WHO menetapkan satu orang yang positif, kontak erat harusnya diperiksa itu 15 orang. Kita masih jauh di bawah itu,” jelasnya.

Menurutnya, rendahnya angka tracing di Sumbar disebabkan karena kurangnya tenaga tracer di Sumbar. Kata Arry, tenaga kesehatan di Sumbar sudah terbagi untuk kegiatan vaksinasi dan tracing. Oleh karena itu, upaya tracing belum optimal dilakukan.

Kondisi ini diperparah oleh perilaku sebagian masyarakat yang tidak mau di-swab meski telah didatangi oleh tenaga tracer. Padahal yang bersangkutan merupakan kontak erat atau memiliki gejala terinfeksi Covid-19.

Upaya tracing dan testing tersebut perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, Arry mengimbau masyarakat yang didatangi oleh petugas agar mau di-swab dan tidak menghindar.

Baca juga: Dinkes Sumbar Ungkap Penyebab Lonjakan Angka Kematian Akibat Covid-19

Selain tenaga kesehatan, pihaknya juga berkoordinasi dengan personel TNI dan Polri untuk meningkatkan angka tracingdi Sumbar. [fru/pkt]

Terpopuler