Parepare, Padangkita.com – Semen Padang FC mengusung misi krusial saat bertandang ke markas PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Duel sengit dua tim legendaris ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Senin (2/2/2026) malam dengan waktu sepak mula (kick-off) pukul 19.00 WIB.
Laga ini menjadi ujian konsistensi bagi skuad Kabau Sirah. Rosad Setiawan dan kawan-kawan datang dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh pasca-hasil imbang dramatis 3-3 melawan tim papan atas Bali United FC di Gianyar pekan lalu. Meski sempat unggul dua gol dan akhirnya imbang, satu poin dari kandang Serdadu Tridatu dianggap sebagai sinyal kebangkitan.
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, menegaskan bahwa timnya tidak punya pilihan lain selain tampil habis-habisan. Posisi di papan klasemen yang masih terjebak di zona merah (peringkat 17 dengan 11 poin) memaksa mereka memperlakukan setiap pertandingan layaknya partai final.
"Kondisi pemain kami siap untuk laga lawan PSM. Saya selalu sampaikan ke pemain bahwa semua laga untuk kami adalah penting karena ada di zona merah. Tidak ada waktu untuk bersantai, setiap poin sangat berharga bagi nasib tim ini," ujar Dejan Antonic dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan.
Dejan berharap mentalitas anak asuhnya terus membaik setahap demi setahap. Ia menargetkan poin, entah itu satu atau tiga, sebagai oleh-oleh dari Parepare.
"Ke depan, setahap demi setahap (step by step), semoga anak-anak bisa tampil lebih baik. Dan semoga tentunya nanti bisa curi poin dari PSM untuk memperbaiki posisi kami," tambahnya.
Di sisi lain, tuan rumah PSM Makassar sedang dalam kondisi limbung. Skuad berjuluk Juku Eja tersebut tengah didera tren negatif usai menelan lima kekalahan beruntun dalam lima laga terakhir. Saat ini, PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 19 poin.
Meski lawan sedang terpuruk, Dejan Antonic enggan meremehkan kekuatan tim besutan Bernardo Tavares tersebut. Menurutnya, PSM tetaplah tim besar dengan tradisi dan mentalitas juara yang bisa bangkit kapan saja.
"Mengenai kekuatan lawan, PSM punya tradisi yang cukup bagus di sepak bola Indonesia. Memang sepak bola kadang naik-turun, itu hal biasa. Kita harus berpikir positif dan tetap waspada, jangan sampai lengah karena mereka pasti ingin bangkit di kandang sendiri," jelas mantan pelatih Borneo FC tersebut.
Menatap putaran kedua yang krusial ini, Dejan menaruh harapan besar pada penyegaran skuad yang telah dilakukan manajemen. Kehadiran sejumlah pemain baru di bursa transfer paruh musim diharapkan mampu menjadi katalisator kebangkitan Kabau Sirah.
"Putaran kedua ada banyak amunisi baru. Semoga saja kita bisa punya kesempatan untuk membuktikan kualitas tim ini. Lawan Bali United lalu, kita dapat hasil cukup positif. Semoga kita bisa membantu Semen Padang keluar dari zona merah secepatnya," tegas pelatih asal Serbia itu dengan nada optimistis.
Baca Juga: Revolusi Kabau Sirah: Rombak Total Skuad hingga Agendakan Uji Coba Kontra Raksasa Korea
Pertandingan Senin malam nanti diprediksi akan berjalan ketat. Semen Padang butuh kemenangan untuk memangkas jarak poin, sementara PSM Makassar bertekad memutus rantai kekalahan di hadapan pendukung setia mereka. [*/hdp]











