Pesisir Selatan Kekurangan 11 Pos Pemadam Kebakaran

Pesisir Selatan Kekurangan 11 Pos Pemadam Kebakaran

Pemadam kebakaran memadamkan api di pasar Koto Baru (Foto: ist)

Lampiran Gambar

Pemadam kebakaran memadamkan api di pasar Koto Baru (Foto: ist)

Padangkita.com - Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengaku masih kekuaranga 11 unit pos pemadam kebakaran lagi. Saat ini baru terdapat empat pos pemadam kebakaran di daerah tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pessel, Dailipal mengatakan Pessel memiliki 15 kecamatan dan idealnya setiap kecamatan memiliki satu pos pemadam kebakaran. Sehingga jika terjadi bencana kebakaran bisa mempercepat proses pemadaman.

"Idealnya di tiap kecamatan terdapat satu pos pemadam kebakaran namun saat ini baru empat kecamatan yang memiliki pos pemadam kebakaran," katanya di Painan, Rabu (14/02/2018).

Ia menambahkan kecamatan yang memiliki pos pemadam ialah IV Jurai, Lengayang, Ranah Pesisir dan Basa IV Balai Tapan. Sementara kecamatan yang belum memiliki pos pemadam ialah Koto XI Tarusan, Bayang, Bayang Utara, Batang Kapas, Sutera, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Air Pura, Ranah IV Hulu Tapan, Lunang, dan Silaut.

Menurutnya, jika semua kecamatan memiliki pos pemadam maka hal itu akan mempercepat proses pemadam dan pastinya akan meminimalkan kerugian baik harta maupun jiwa.

"Idealnya pemadaman dilakukan 15 menit sejak sebuah rumah atau gedung terbakar, satu pos pemadam di tiap kecamatan sebenarnya masih belum ideal karena jarak serta medan yang berat untuk menjangkau pemukiman namun jika terpenuhi tentu situasi itu akan lebih baik dari saat ini," katanya.

Selain kekurangan pos pemadam, daerah setempat juga kekurangan mobil pemadam kebakaran yang baru berjumlah lima unit saja. Masing-masing pos pemadam saat ini memiliki satu unit mobil pemadam terkecuali IV Jurai yang memiliki dua unit mobil
pemadam.

Mengantisipasi hal itu, setiap tahunnya pihaknya berupaya mengajukan anggaran pembelian satu unit mobil pemadam, karena jika sekaligus tentu akan memberatkan keuangan daerah karena per unitnya dihargai sekitar Rp1,5 miliar.

Sepanjang 2017 terjadi 50 kali kebakaran di Pesisir Selatan, kebakaran itu pada umumnya disebabkan korsleting listrik dan satu orang warga meninggal akibat kejadian itu.

Baca Juga

Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede