Penantian 26 Tahun Berakhir, Kisah Maidarni, Honorer di Padang yang Akhirnya Diangkat Jadi PPPK di Usia Senja

Penantian 26 Tahun Berakhir, Kisah Maidarni, Honorer di Padang yang Akhirnya Diangkat Jadi PPPK di Usia Senja

Mardiani, Honorer Pemko Padang yang baru saja menerima SK pengangkatanya sebagai pegawai PPPK Kota Padang. [Foto: Diskominfo]

Padang, Padangkita.com – Dengan map di tangan dan secercah harap di wajahnya, Maidarni (57) melangkah memasuki Gedung Balai Kota Padang. Selasa (1/7/2025) ini bukan hari biasa baginya, melainkan sebuah momentum bersejarah yang mengakhiri penantian panjang. "Mudah-mudahan tidak terlambat," gumamnya, melangkah pasti.

Maidarni tidak datang sendiri. Bersama ratusan rekan sejawatnya, ia datang untuk mengambil Surat Keputusan (SK) yang telah lama dinanti: dirinya resmi ditetapkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ini adalah sebuah kepastian status yang ia impikan selama puluhan tahun.

Bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Maidarni adalah seorang pejuang sejati. Ia bukan honorer yang baru dua atau tiga tahun mengabdi, lalu langsung diangkat. Maidarni adalah "orang lama," yang telah mengabdi selama puluhan tahun, melewati segala halangan dan rintangan, dan kenyang pengalaman pahit-manis sebagai tenaga honorer. Namun sayang, nasib belum berpihak kepadanya selama ini.

"Saya sudah menjadi honorer sejak tahun 1999," ungkap Maidarni memulai ceritanya, siang itu. Wanita kelahiran Solok, 2 Mei 1968, ini merupakan pegawai honorer di SDN 02 Pampangan. Tercatat, lebih kurang 26 tahun dirinya telah mengabdikan diri bagi Pemko Padang.

Maidarni pertama kali ditempatkan di SDN 43 Rawang Timur sebagai tenaga administrasi. "Honor pertama saya ketika itu hanya Rp75 ribu," kenangnya. Jumlah itu, kata dia, sudah terbilang cukup baginya kala itu karena memang belum berkeluarga. Ia menjalankan setiap pekerjaan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. "Kalau bekerja, saya tak berpantang. Saya bekerja ikhlas, melaksanakan kewajiban dengan baik, karena itu sudah tugas saya," ungkapnya.

Tahun berganti, honor yang diterima Maidarni pun ikut berubah. Pada tahun 2004, ia mendapat kenaikan honor menjadi Rp400 ribu. "Kemudian di tahun 2006 naik lagi menjadi Rp600 ribu," akunya, mengenang hari-harinya yang penuh perjuangan.

Pada masa itulah, Maidarni dipinang oleh seorang penjaga sekolah di tempatnya bekerja, seorang lelaki asal Sumatera Utara yang baik dan bertekad mengarungi hidup bersamanya. "Berbekal rezeki yang kami terima dan tabung selama ini, akhirnya kami mendapatkan sebidang tanah kosong di belakang sekolah, kami pun membangun rumah sederhana tempat berteduh," cerita Maidarni dengan senyum haru.

Waktu terus berputar, pasangan ini dikaruniai seorang putra. Rezeki pun seiring sejalan mengalir. Honor yang diperoleh Maidarni naik lagi menjadi Rp1,1 juta pada tahun 2014. "Setelah 24 tahun lebih bekerja di SDN 43, akhirnya sekolah di-regrouping, saya pindah tugas di SDN 28. Setahun di sana akhirnya pindah lagi," jelasnya.

Kini, Maidarni mengabdi di SDN 02 Pampangan. Putra semata wayangnya pun telah menapaki jenjang perguruan tinggi dan diterima di Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan Ekonomi Keuangan Islam. Bahkan, lima juz Al-Qur'an sudah dihafalnya dengan lancar, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Maidarni.

Maidarni mengaku sangat senang dan bangga ketika penantian panjangnya berbuah manis. Pemerintah Kota Padang telah menetapkannya sebagai PPPK, sebuah status yang telah lama ia nantikan. "Senang rasanya ada perhatian dari pemerintah, sekarang saya sudah merasakan menjadi pegawai sebenarnya," ungkapnya, matanya berkaca-kaca.

Kini, di usia 57 tahun, Maidarni akan memasuki usia pensiun setahun lagi. SK PPPK di tangannya hanya berlaku setahun ke depan, yakni dari 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. Meskipun demikian, ia masih menyimpan harapan besar. Dirinya berharap ada "keajaiban," di mana pemerintah akan memberikan uang pensiun bagi PPPK. "Semoga nanti mendapat uang pensiun untuk membiayai kuliah anak saya, karena memang anak saya selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari sekolah," harapnya tulus.

Baca Juga: Fadly Amran Serahkan SK kepada Ribuan PPPK, Tekankan Integritas Pelayanan

Usai menerima SK, Maidarni pulang dengan hati yang senang. Namun, jauh di relung hatinya, masih ada cita-cita mulia yang terus ia gantungkan: melihat buah hatinya menjadi pribadi yang berguna di masa mendatang. Semoga. [*/hdp]

Baca Juga

Padukan Sport Tourism dan Edukasi, Fadly Amran Apresiasi AMR Warrior Fun Run 5K
Padukan Sport Tourism dan Edukasi, Fadly Amran Apresiasi AMR Warrior Fun Run 5K
Hidupkan Kembali Detak Jantung Kota Tua, Padang Siapkan Car Free Night dan Panggung Multikultural
Hidupkan Kembali Detak Jantung Kota Tua, Padang Siapkan Car Free Night dan Panggung Multikultural
Adopsi Standar Pendidikan Terbaik Dunia, Padang Perkuat Kerja Sama dengan Sekolah Finlandia
Adopsi Standar Pendidikan Terbaik Dunia, Padang Perkuat Kerja Sama dengan Sekolah Finlandia
Ratusan Korban Bencana Pauh Akhirnya Tempati Huntara Mandiri, Fasilitas Lengkap dari Wi-Fi hingga Perabot
Ratusan Korban Bencana Pauh Akhirnya Tempati Huntara Mandiri, Fasilitas Lengkap dari Wi-Fi hingga Perabot
Launching Pesantren Ramadan, Fokus pada Pembentukan Karakter via Smart Surau
Launching Pesantren Ramadan, Fokus pada Pembentukan Karakter via Smart Surau
Dapat Suntikan Rp30 Miliar dari Pusat, Normalisasi Sungai Jadi Fokus Utama Musrenbang Kuranji
Dapat Suntikan Rp30 Miliar dari Pusat, Normalisasi Sungai Jadi Fokus Utama Musrenbang Kuranji