Panggilan Kemanusiaan Kampus Hijau, UNAND Terjunkan 400 Mahasiswa Verifikasi 20 Ribu Rumah Rusak

Panggilan Kemanusiaan Kampus Hijau, UNAND Terjunkan 400 Mahasiswa Verifikasi 20 Ribu Rumah Rusak

Sebanyak 400 mahasiswa dilepas secara resmi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/1/2026), untuk melakukan verifikasi faktual terhadap kerusakan rumah warga akibat banjir dan longsor.

Padang, Padangkita.com – Universitas Andalas (UNAND) tidak ingin sekadar menjadi menara gading. Di tengah duka bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, "Kampus Hijau" ini bergerak nyata dengan menerjunkan kekuatan intelektual mudanya. Sebanyak 400 mahasiswa resmi dilepas sebagai tim enumerator atau verifikator untuk mendata kerusakan rumah warga.

Prosesi pelepasan yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (2/1/2026), menjadi penanda dimulainya kerja kolosal verifikasi lapangan ini.

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan panggilan moral institusi pendidikan terhadap nasib masyarakat.

"Ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab intelektual kami. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi harus menjadi bagian dari solusi saat rakyat menderita. Kehadiran 400 mahasiswa ini adalah untuk memastikan data kerusakan akurat, sehingga bantuan tepat sasaran," ujar Efa Yonnedi dengan tegas saat memberikan arahan.

Tak hanya 400 enumerator khusus, Efa menyebutkan bahwa ribuan mahasiswa lainnya juga sudah berada di garis depan pemulihan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa UNAND yang sedang KKN di berbagai nagari. Mereka bahu-membahu dengan warga, membantu apa yang bisa dibantu untuk memulihkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pascabencana," tambahnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyambut hangat dukungan akademisi ini. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai peta jalan pemulihan. Namun, dokumen itu butuh data lapangan yang valid.

"Validitas data adalah nyawa dari rehabilitasi ini. Ada lebih dari 20 ribu unit rumah yang terdampak dan harus kita verifikasi satu per satu—mana yang rusak berat, sedang, atau ringan," jelas Mahyeldi.

Ia menaruh harapan besar di pundak para mahasiswa agar tidak ada korban yang terlewatkan dalam pendataan.

"Melalui verifikasi yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini, kami berharap dihasilkan data yang objektif dan valid. Jangan sampai ada warga yang berhak justru tidak terdata," harap Gubernur.

Di luar pendataan fisik, UNAND juga menawarkan solusi jangka panjang. Rektor Efa Yonnedi menyoroti pentingnya integrasi sains dalam mitigasi bencana. UNAND siap bekerja sama dengan BNPB untuk membangun sistem ketahanan yang lebih baik.

"Kami mendorong pemanfaatan teknologi kebencanaan. Sistem peringatan dini atau *early warning system* berbasis sains harus diperkuat, sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi cepat. Kita tidak ingin masyarakat gagap saat potensi bencana datang kembali," terang Efa.

Langkah cepat Sumatera Barat dalam menangani bencana mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, menilai manajemen krisis di Sumbar berjalan sangat efektif.

"Saya mengapresiasi Sumatera Barat yang dinilai cepat keluar dari status tanggap darurat. Bayangkan, dari 15 kabupaten/kota terdampak, 13 daerah sempat menetapkan status darurat, dan kini 12 di antaranya sudah masuk masa transisi," ungkap Rustian.

Namun, ia mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendur. Literasi bencana harus menjadi gaya hidup baru.

Baca Juga: Tembus Wilayah Terisolasi, Tim Tanggap Bencana UNAND Prioritaskan Layanan Kesehatan di Malalak

"Tidak ada satu pun jengkal tanah di Indonesia yang bebas ancaman bencana. Karena itu, seluruh komponen bangsa harus siap di tiga fase: pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana," pungkasnya. [*/hdp]

Baca Juga

Berkaca dari Aceh-Nias, DPR Desak Pemerintah Bentuk Badan Khusus Penanganan Bencana Sumatera
Berkaca dari Aceh-Nias, DPR Desak Pemerintah Bentuk Badan Khusus Penanganan Bencana Sumatera
400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar
400 Mahasiswa KKN Unand Ditugaskan untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar
UNAND dan UNS Terjunkan Tim Ahli dan Teknologi ke Malalak dan Palembayan
UNAND dan UNS Terjunkan Tim Ahli dan Teknologi ke Malalak dan Palembayan
Dejan Antonic Persembahkan Kemenangan Semen Padang untuk Korban Bencana
Dejan Antonic Persembahkan Kemenangan Semen Padang untuk Korban Bencana
Tinjau Lokasi Banjir Pesisir Selatan, Rektor Unand Pastikan Mahasiswa Terdampak Dapat Keringanan UKT
Tinjau Lokasi Banjir Pesisir Selatan, Rektor Unand Pastikan Mahasiswa Terdampak Dapat Keringanan UKT
UNAND Turun Gunung ke Batu Busuak, Hadirkan Layanan Medis dan Edukasi Obat bagi Korban Bencana
UNAND Turun Gunung ke Batu Busuak, Hadirkan Layanan Medis dan Edukasi Obat bagi Korban Bencana