Oknum Polisi yang Digerebek Warga di Agam Belum Lunasi Denda, Mobil Masih Ditahan

 

Padang, Padangkita.com – Mobil oknum polisi yang digerebek saat berduaan di rumah pacarnya, masih ditahan di Jorong Lurah, Nagari Koto Tua, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

Sebelumnya, masalah yang melibatkan oknum polisi tersebut telah diselesaikan di tingkat nagari. Oknum polisi itu dinilai bersalah karena berduaan dengan pacarnya di dalam rumah melewati waktu bertamu yang diperbolehkan di nagari itu.

Oknum polisi yang bertugas di Polres Bukittinggi itu akhirnya didenda warga dengan 100 sak semen senilai Rp7 juta.

Wali Jorong Lurah, Fadhli Ilhami menyebutkan, oknum polisi itu baru membayar Rp3 juta. Sehingga, mobil oknum polisi itu pun ditahan sebagai jaminan hingga dia melunasi denda.

Menurut Fadhli, hasil penyelesaian di tingkat nagari, oknum polisi itu diberi tenggat waktu selama 15 hari untuk menyelesaikan pembayaran denda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum polisi itu digerebek warga di kediaman pacarnya di Jorong Lurah, Selasa (7/12/2021) malam.

Fadhli mengatakan peristiwa penggerebekan bermula ketika dirinya mendapatkan laporan dari warga yang resah karena yang bersangkutan melanggar batas waktu bertamu di jorong atau nagari itu.

Memang, berdasarkan informasi yang diterimanya, oknum polisi itu sering bermalam, khususnya dua pekan terakhir di rumah pacarnya berinisial I, yang merupakan salah satu warga di jorong itu. Padahal, di rumah itu, I hanya tinggal sendiri.

Warga yang resah dan menduga mereka berdua telah berbuat macam-macam telah beberapa kali melapor ke wali jorong. Pada Selasa malam, sekitar pukul 23.00 WIB, pihaknya kembali mendapatkan laporan itu.

Fadhli bersama warga yang berjumlah puluhan orang mendatangi rumah I. Usai membukakan pintu, I awalnya menolak mengaku bahwa ada pacarnya di dalam rumah itu. Namun, setelah diinterogasi, pacarnya pun akhirnya menampakkan diri ke warga.

“Awalnya mereka sempat mengaku telah menikah. Tetapi, mereka hanya menunjukkan surat baru akan melaksanakan pernikahan kepada kami. Surat itu tidak membuktikan mereka telah menikah. Yang bersangkutan sempat membela diri bahwa mereka akan bertunangan,” ujar Fadhli saat dihubungi Padangkita.com via telepon, Jumat (10/12/2021).

Untuk menghindari masyarakat main hakim sendiri, pihak jorong pun berinisiatif membawa oknum polisi itu ke kantor wali nagari setempat.

“Dia mengaku bahwa dia adalah anggota polisi. Yang saya dengar dia dari Lantas Polres Bukittinggi kabarnya,” jelas Fadhli.

Di kantor wali nagari, perwakilan dari Kerapatan Adat Nagari, Wali Nagari, dan pemuda serta Propam Polres ikut hadir.

“Propam menyampaikan prosedur yang ada tapi tetap melimpahkan aturan yang ada di nagari. Akhirnya kami sepakat menjatuhkan dia sanksi berupa 100 sak semen. Satu sak semen nilainya Rp70.000, jadi totalnya sekitar Rp7 juta,” ungkap Fadhli.

Baca juga: Berduaan di Rumah Pacar, Oknum Polisi Digerebek Warga di Agam lalu Didenda 100 Sak Semen

Setelah selesai di kantor wali nagari, oknum polisi tersebut dibawa Propam Polres Bukitinggi. [fru/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist