MTN Lab: Festival MenTari, Ruang Tumbuh Kolaborasi Komposer dan Koreografer di Ranah Minang

MTN Lab: Festival MenTari, Ruang Tumbuh Kolaborasi Komposer dan Koreografer di Ranah Minang

Festival MenTari berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya melalui program MTN Lab: Kelas On-Site Musik Tari bersama mentor Taufik Adam.

Padang Panjang, Padangkita.com – Upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan di Sumatera Barat (Sumbar) kian serius terwujud. Festival MenTari yang memasuki tahun kelima penyelenggaraan, tahun ini berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya untuk menghadirkan MTN Lab: Kelas On-Site Musik Tari.

Program intensif ini digelar di Padang Panjang pada 10–14 Oktober 2025, dan dipandu langsung oleh seniman serta mentor musik tari berpengalaman, Taufik Adam.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa kehadiran MTN Lab di Festival MenTari adalah langkah krusial dalam mendukung talenta seni pertunjukan lokal.

“Melalui MTN Seni Budaya, Kementerian Kebudayaan mendorong lahirnya talenta dan karya yang tumbuh dari kekuatan daerah, termasuk Sumatra Barat yang memiliki tradisi seni pertunjukan yang hidup dan berakar kuat,” ungkap Ahmad Mahendra.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi jembatan agar komunitas seni lokal dapat berjejaring dengan program nasional, melahirkan generasi seniman baru yang berdaya dan berdampak bagi kebudayaan Indonesia.

MTN Lab: Kelas On-Site Musik Tari ini diikuti oleh 10 koreografer terpilih dan 10 komposer pendamping. Peserta terdiri dari 5 koreografer alumni Festival MenTari dan 5 koreografer diaspora Minangkabau yang berkarier di luar Sumatera Barat.

Perjumpaan ini menjadi wadah eksplorasi lintas disiplin, tempat gagasan, bunyi, dan gerak dipertemukan dalam proses penciptaan bersama.

MTN Lab sendiri dirancang sebagai ruang penciptaan dan pengembangan karya yang mendukung proses kreatif seniman melalui berbagai kegiatan seperti residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass.

Dalam format kelas intensif di Festival MenTari, fokusnya adalah mengeksplorasi relasi antara musik dan gerak, sekaligus membangun kesadaran kolaboratif dalam penciptaan karya tari.

Taufik Adam, seniman dan mentor dalam program ini, melihat MTN Lab sebagai wadah esensial bagi seniman muda untuk menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab artistik. “MTN Lab menjadi ruang yang mendorong kreativitas sekaligus membangun kerja kolaboratif antara koreografer, komposer, dan penata artistik.

Para peserta belajar mempertanggungjawabkan karya mereka secara utuh—dari ide, narasi, komposisi, hingga tata cahaya,” jelas Taufik. Ia menambahkan, program ini penting untuk terus dijaga agar seniman muda semakin percaya diri dan berdaya di bidangnya.

Antusiasme juga datang dari peserta. Indra Arifin, seorang praktisi dan pengajar musik etnis Nusantara, menilai pengalaman di MTN Lab sangat berkesan dan berhasil memperluas jejaring kolaborasi lintas disiplin.

“MTN Lab memberi kesempatan bagi seniman daerah untuk belajar langsung dari para mentor hebat dan menjalin kolaborasi lintas bidang. Kegiatan seperti ini penting untuk terus hadir hingga ke pelosok, agar potensi seni budaya daerah dapat berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan seni Indonesia,” tutur Indra.

Direktur Festival MenTari, Susas Rita Loravianti, menambahkan bahwa kolaborasi ini telah membuka ruang lebih luas bagi koreografer dan komposer muda Sumatera Barat untuk bereksperimen, membangun ekosistem seni yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung pertumbuhan artistik mereka.

Baca Juga: Mendobrak Tradisi, Koreografer Muda Sumbar Tampilkan Tafsir Baru Lewat Tari Kontemporer

Melalui sinergi Festival MenTari dan MTN Seni Budaya ini, posisi Padang Panjang diperkuat sebagai salah satu pusat pengembangan talenta seni tari di Indonesia—tempat para koreografer dan komposer muda dapat belajar, berbagi, dan tumbuh bersama dalam semangat kebudayaan. [*/hdp]

Tag:

Baca Juga

Temui Dubes Suriah, Gubernur Sumbar Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan - Sister Province
Temui Dubes Suriah, Gubernur Sumbar Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan - Sister Province
Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menag
Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menag
Tak Ingin UMKM Jalan Sendiri, Kecamatan Nanggalo Luncurkan Rumah Wirausaha
Tak Ingin UMKM Jalan Sendiri, Kecamatan Nanggalo Luncurkan Rumah Wirausaha
Kembali Pimpin KONI Solok, Rudi Horizon Bidik 5 Besar Porprov dengan Filosofi Ban Sepeda
Kembali Pimpin KONI Solok, Rudi Horizon Bidik 5 Besar Porprov dengan Filosofi Ban Sepeda
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan