Padang, Padangkita.com – Universitas Andalas (Unand) terus berupaya memperkuat fondasi komunikasi publik dan kemitraan strategisnya. Langkah konkret tersebut diwujudkan oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi, dengan merangkul para Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab media massa yang merupakan alumni kampus berjuluk Kedjayaan Bangsa tersebut.
Pertemuan strategis ini dibalut dalam suasana hangat melalui agenda silaturahmi dan berbuka puasa bersama yang dilangsungkan di Ruang Pertemuan Angso Duo, Pangeran Beach Hotel, Padang, pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang dikemas menyerupai diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) ini membuka ruang dialog interaktif antara pimpinan universitas dan insan pers alumni Unand yang kini memimpin berbagai media cetak, elektronik, maupun daring di tingkat daerah hingga nasional.
Turut mendampingi Rektor dalam agenda tersebut, Sekretaris Universitas Aidinil Zetra, yang bertindak langsung sebagai moderator diskusi, serta Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas), Protokol, dan Layanan Informasi Publik, Hary Effendi Iskandar.
Diskusi yang bergulir sejak pukul 16.15 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa ini menyoroti pentingnya posisi pers bagi perguruan tinggi.
"Komunikasi yang konstruktif antara kampus dan media sebagai mitra strategis sangatlah esensial. Pers adalah jembatan kita dalam menyampaikan gagasan, capaian, serta arah pengembangan universitas ke depan kepada publik," tegas Rektor Efa Yonnedi dalam pengantarnya.
Gayung bersambut, sejumlah alumni yang kini memegang pucuk pimpinan media di Sumatera Barat turut memberikan sumbangsih pandangan. Tokoh pers Zul Effendi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Unand dalam membangun forum komunikasi yang inklusif dan tidak berjarak dengan media.
Sementara itu, jurnalis senior Hendra Makmur secara khusus menyoroti tanggung jawab pers dalam mengawal dunia pendidikan.
"Pers memiliki peran krusial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni sebagai pilar demokrasi dan penjaga nalar publik. Peran ini harus terus dikolaborasikan dengan misi perguruan tinggi," ujar Hendra Makmur.
Dialog semakin bernas ketika tokoh media Emil Mahmudsyah mengingatkan seluruh peserta bahwa tahun 2026 merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi Unand. Kampus tertua di luar Pulau Jawa ini akan memasuki usia ke-70 tahun (tujuh dekade) sejak diresmikan pada tahun 1956 oleh Wakil Presiden RI kala itu, Mohammad Hatta.
"Refleksi sejarah dan penguatan narasi perjalanan institusi menjadi hal yang sangat penting dalam menyongsong Dies Natalis ke-70 tahun ini. Unand memiliki rekam jejak panjang yang harus terus dikomunikasikan," kata Emil mengingatkan pentingnya narasi sejarah kampus.
Secara keseluruhan, pihak rektorat mengundang secara khusus 28 pimpinan media massa yang merupakan representasi alumni dari berbagai fakultas bergengsi di Unand, mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Peternakan (Faterna), hingga Fakultas Pertanian (Faperta). Kehadiran lintas fakultas ini membuktikan betapa kuatnya jejaring alumni Unand yang kini berkiprah di sektor media dan komunikasi publik.
Merespons antusiasme para alumni, Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Unand, Dr. Hary Effendi Iskandar, memastikan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial semata.
"Kami berharap forum ini menjadi agenda berkelanjutan guna memperkuat kolaborasi dan membangun narasi yang konstruktif. Dukungan dari rekan-rekan media sangat dibutuhkan agar peran Unand dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional semakin nyata," ungkap Hary Effendi Iskandar.
Baca Juga: Universitas Andalas Komitmen Tingkatkan Kualitas, Bidik Peringkat 5 Nasional
Acara silaturahmi dan buka puasa bersama ini pun ditutup dengan ramah tamah. Momentum Ramadan kali ini sukses menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi dan misi antara kampus dan media, saling bahu-membahu mengawal kemajuan Universitas Andalas menapaki usia tujuh dekade pelayanannya untuk negeri. [*/hdp]











