Padang, Padangkita.com – Risiko di jalan raya adalah teman akrab bagi ribuan pengemudi ojek daring setiap harinya. Namun, kecemasan akan risiko tersebut kini perlahan terangkat dari pundak para mitra pengemudi Gojek di Sumatera Barat.
Suasana berbeda tampak di Waroeng Assyik Patriot, Padang Selatan, pada Rabu (11/2/2026). Puluhan jaket hijau memadati lokasi, bukan untuk menunggu pesanan, melainkan untuk menjemput kepastian perlindungan masa depan. Mereka adalah perwakilan mitra driver Gojek dari Padang dan Bukittinggi yang hadir dalam sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan strategis ini merupakan buah kolaborasi antara ekosistem digital GoTo, Gojek, dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang serta Bukittinggi. Momen ini sekaligus menjadi respons cepat perusahaan terhadap terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Head of Regional Public Policy GoTo wilayah Sumatera dan Indonesia Timur, Kenn Lazuardhi Syarnubi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan perusahaan untuk menghadirkan ekosistem kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
"Program Apresiasi Mitra ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ekosistem kerja yang lebih aman. Kami ingin memastikan mitra driver tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga perlindungan sosial yang layak saat bekerja," ujar Kenn Lazuardhi.
Melalui Program Apresiasi Mitra (PAM), GoTo mengambil langkah berani sebagai salah satu platform digital pertama yang menanggung biaya iuran perlindungan sosial bagi ratusan ribu Mitra Juara di seluruh Indonesia.
Secara spesifik, GoTo menanggung sepenuhnya iuran BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Artinya, jika terjadi risiko kecelakaan saat bekerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sesuai ketentuan, dan jika terjadi risiko meninggal dunia, ahli waris akan menerima santunan.
"Langkah ini menjadikan GoTo sebagai salah satu ekosistem digital pertama di Indonesia yang memberikan dukungan iuran BPJS secara luas. Harapannya, mitra bisa bekerja dengan lebih tenang tanpa dihantui rasa was-was," tambah Kenn.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Momon, mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, perlindungan bagi pekerja sektor transportasi informal sangat krusial.
"Kehadiran para pemangku kepentingan hari ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan GoTo. Ini adalah langkah maju dalam memperkuat perlindungan sosial bagi mitra driver di Sumatera Barat yang menjadi tulang punggung transportasi daring," kata Momon.
Selain proteksi jiwa, program PAM juga menawarkan opsi kepesertaan BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung perusahaan bagi mitra yang memilih bergabung. Tak hanya itu, insentif tambahan seperti paket data, voucer listrik, hingga sembako turut disiapkan untuk meringankan beban operasional harian.
Bagi Andrew, salah satu mitra driver yang hadir, program ini bukan sekadar angka-angka polis asuransi, melainkan sebuah ketenangan batin saat mengaspal mencari nafkah.
"Kalau di jalan kita tidak pernah tahu risiko apa yang bisa terjadi. Dengan adanya BPJS yang ditanggung, rasanya lebih aman. Kita kerja juga jadi lebih fokus karena tahu ada perlindungan di belakang kita," ungkap Andrew dengan wajah sumringah.
Baca Juga: Program BPJS Ketenagakerjaan Wujud Perlindungan Negara Bagi Pekerja
Di tengah dinamika ekonomi digital yang menantang, kepastian perlindungan yang dihadirkan GoTo dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi energi baru bagi para pahlawan jalanan di Ranah Minang untuk terus melaju dengan aman dan nyaman. [*/hdp]











