Padang, Padangkita.com - Semen Padang FC kembali menghadapi ujian berat dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-23. Setelah ditahan imbang 2-2 oleh tamunya, Malut United, pada laga kandang pekan lalu, skuad berjuluk Kabau Sirah ini harus segera mengalihkan fokus penuh untuk laga tandang yang sangat krusial. Anak asuh pelatih Dejan Antonic dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada hari Selasa, 24 Februari, malam.
Pertandingan ini menjadi momen yang sangat vital bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang keras untuk segera keluar dari jerat zona degradasi. Saat ini, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut masih tertahan di zona degradasi tepatnya peringkat ke-17 dengan raihan 16 poin.
Posisi ini menempatkan mereka dalam tekanan besar, mengingat mereka terpaut dua angka dari PSBS Biak yang berada di batas aman dari zona merah. Di sisi lain, lawan yang akan dihadapi berstatus sebagai tim papan tengah yang solid. Bhayangkara Presisi tampil cukup konsisten musim ini dan nyaman bertengger di peringkat ke-8 dengan koleksi 32 poin.
Misi mencuri poin di Lampung dipastikan tidak akan berjalan mudah, bahkan cenderung terjal. Pasalnya, Semen Padang FC datang dengan kekuatan yang tereduksi secara signifikan. Badai cedera menghantam tiga sektor vital tim sekaligus. Di sektor sentral, mereka dipastikan kehilangan sang jenderal lapangan tengah, Alhassan Wakaso. Gelandang jangkar tersebut harus menepi setelah mengalami cedera pada laga keras kontra Malut United sebelumnya.
Tidak hanya di lini tengah, daya gedor lini depan Kabau Sirah juga dipastikan berkurang menyusul absennya penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernandez, yang juga terbekap cedera. Sebagai langkah antisipasi taktis, tim pelatih akan kembali mempercayakan posisi ujung tombak kepada penyerang tangguh, Diego Mauricio. Ia diproyeksikan untuk menjadi tumpuan utama guna membongkar rapatnya pertahanan tuan rumah. Masalah bertambah pelik karena di sektor pertahanan, Semen Padang FC juga harus merelakan absennya bek tangguh, Angelo Meneses.
Untuk menyiasati situasi krisis tersebut, jajaran pelatih tetap membawa 22 pemain terbaiknya untuk lawatan ke markas Bhayangkara. Berdasarkan susunan daftar pemain yang diboyong, persaingan di bawah mistar gawang akan diisi oleh salah satu dari tiga opsi penjaga gawang tangguh: Rendy Oscario, Iqbal Bachtiar, atau Arthur Augusto.
Sementara itu, guna menambal lubang yang ditinggalkan di lini belakang, barisan pertahanan akan mengandalkan nama-nama seperti Ricki Ariansyah, Zidane Afandi, Ade Kristiano, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Asyraq Gufron, dan Samuel Christianson. Mereka dituntut tampil disiplin untuk menahan gempuran para penyerang lawan.
Di sektor lini tengah yang kehilangan figur pengatur serangan, Semen Padang FC membawa barisan gelandang pekerja keras yang meliputi Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi, Rosad Setiawan, Kianz Froese, Kazaki Nakagawa, Maicon Souza, Kasim Botan, Firman Juliansyah, Armando Oropa, hingga pemain sayap sarat pengalaman, Irsyad Maulana. Komposisi ini diharapkan mampu menjaga ritme permainan, memutus aliran bola lawan, dan secara simultan menyuplai umpan matang ke lini depan.
Baca Juga: Head to Head Bhayangkara FC Vs Semen Padang FC
Pertandingan pekan ke-23 ini bukan sekadar perebutan tiga poin di atas kertas, melainkan pertaruhan harga diri serta pembuktian mentalitas pantang menyerah dari skuad Semen Padang FC. Dukungan moril yang tak henti dari para pendukung setia diharapkan menjadi suntikan energi bagi para penggawa untuk tampil habis-habisan dan mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. [hdp]











