
Ilustrasi (foto: ist)
Padangkita.com - Penderita virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) meminta Pemerintah Kota Padang serius memperhatikan nasib mereka. Tindakan diskriminasi dan pengucilan kerap kali mereka dapatkan di lingkungan mereka berada.
AB (35) salah satu penderita HIV di Padang mengatakan pemerintah kota hingga saat ini masih belum serius memperhatikan mereka. Penderita dianggap tidak memiliki harapan untuk mengubah dan tidak bisa membangun bangsa ini.
"Kita ini menjadi kaum yang termarjinalkan, padahal kami memiliki juga potensi untuk membangun kota ini dan bangsa ini," katanya kepada Padangkita.com, Senin (24/07/2017).
Menurutnya, masyarakat masih memandang sebelah mata keberaan mereka. Masyarakat beranggapan bahwa apa yang menimpa mereka saat ini adalah hasil dari perilaku mereka selama ini.
"Banyak yang menganggap penderita HIV itu karena mereka berlaku negatif sebelumnya, padahal tidak semuanya," katanya lagi.
Padahal menurutnya, masyarakat harus lebih waspada kepada para penderita TB Paru karena penyakit mereka mudah menular melalui udara, sedangkan penyebaran Virus HIV tidak bisa disebarkan melalui udara.
"Masyarakat takut dengan penderita HIV, padahal seharusnya mereka takut dengan penderita TB Paru karena bisa menyebarkan virusnya melalui udara," jelasnya.
Penyebaran virus HIV menurutnya hanya bisa bisa terjadi melalui empat cara, yakni melalui sperma, cairan vagina, air susu ibu, dan darah. Di luar empat hal tersebut sangat kecil kemungkinan akan terjangkit virus HIV.
"Kalo cuma salaman dan ngobrol-ngobrol tidak akan menular," ujarnya.
Dia mengharap Pemerintah Kota Padang dapat membuat lembaga atau yayasan yang fokus pada pembinaan para penderita HIV ini. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan selama diberi kesempatan untuk hidup.
Apalagi saat ini penderita HIV telah mengikuti terapi antiretroviral (ART) berarti mengobati infeksi HIV dengan mengonsumsi beberapa obat.
Karena HIV adalah retrovirus, obat ini biasa disebut sebagai obat antiretroviral (ARV). ARV tidak membunuh virus itu. Namun, ART dapat melambatkan pertumbuhan virus.
Selain itu, dia juga meminta Pemerintah Kota Padang untuk terus gencar memberikan edukasi dan pembelajaran terhadap virus yang satu ini. Jangan sampai masyarakat tidak mengerti dan terjebak sehingga menjadi penyesalan dikemudian harinya.
"Pemerintah harus gencar turun memberikan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai sudah kejadian baru sibuk beres-beres," pintanya.
Data Kemkes RI menyatakan HIV dan Aids Kota Padang menduduki ranking pertama 19 positif HIV dan 557 Aids diikuti Kota Bukittinggi 8 terjangkit HIV dan 214 Aids.