Jakarta, Padangkita.com – Langkah strategis penggabungan usaha yang melahirkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terbukti membuahkan hasil manis.
Menutup tahun buku 2025, perusahaan telekomunikasi raksasa ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan dua digit, melampaui ekspektasi pasar.
Sepanjang tahun 2025, XLSMART membukukan total pendapatan sebesar Rp42,5 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini diikuti dengan lonjakan laba bersih yang dinormalisasi hingga 63 persen, menyentuh angka Rp3,0 triliun.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini membuktikan proses integrasi perusahaan berjalan sangat mulus dan efektif, bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
"Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga sepanjang akhir tahun 2025 ini. Di tengah tantangan industri yang dinamis dan konsolidasi yang dilakukan, kami tetap berhasil meraih pencapaian yang baik," ujar Rajeev Sethi dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Rajeev menjelaskan bahwa kunci kesuksesan tahun ini terletak pada eksekusi sinergi pasca-merger yang presisi. Penggabungan dua kekuatan besar operator seluler ini tidak hanya memperluas pangsa pasar, tetapi juga menciptakan efisiensi operasional yang signifikan.
"Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan. Target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai, sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya," tambah Rajeev.
Realisasi sinergi ini terlihat dari kemampuan perusahaan menekan biaya sambil tetap meningkatkan kualitas layanan. Tercatat, merger ini berhasil merealisasikan nilai sinergi sebesar USD 250 juta pada tahun pertama.
Dampak positif dari konsolidasi infrastruktur juga langsung dirasakan oleh pelanggan. Hingga akhir 2025, jumlah Base Transceiver Station (BTS) XLSMART meningkat 36 persen menjadi lebih dari 225 ribu unit. Hal ini berdampak pada peningkatan kecepatan unduh pelanggan hingga 83 persen.
Rajeev menegaskan bahwa peningkatan pengalaman pelanggan adalah prioritas utama. Hal ini tercermin dari naiknya pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) campuran menjadi Rp39.500.
"Kami juga berhasil meningkatkan pertumbuhan pendapatan serta meningkatkan pertumbuhan ARPU yang disertai dengan meningkatnya pengalaman pelanggan. Fondasi infrastruktur jaringan kini jauh lebih kuat," jelasnya.
Tak ingin kehilangan momentum, XLSMART langsung tancap gas dengan meluncurkan layanan 5G secara serentak di 33 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Rajeev menyebut ini sebagai era baru konektivitas super cepat yang inklusif.
"Ekspansi ini akan terus dilakukan secara bertahap ke depannya untuk memperkuat positioning merek layanan unggulan kami, baik XL Prepaid, XL Prio, AXIS, maupun Smartfren," tutur Rajeev.
Baca Juga: XL Axiata dan Smartfren Semakin Dekat, Merger Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Dengan posisi keuangan yang sehat—utang bersih tercatat Rp21,0 triliun tanpa eksposur pinjaman luar negeri—XLSMART optimistis dapat terus memimpin transformasi digital di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. [*/hdp]











