Padang, Padangkita.com – Memasuki tahun kedua masa bakti, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus melakukan akselerasi terhadap janji-janji pembangunan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengumpulkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat evaluasi kinerja bulanan di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Kamis (5/2/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum krusial karena membahas pematangan konsep satu tahun kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang. Fokus utama diarahkan pada penyelarasan program kerja dinas dengan visi, misi, serta sembilan Program Unggulan (Progul) yang telah dicanangkan.
Fadly Amran menegaskan bahwa setiap sen anggaran yang dikeluarkan harus bermuara pada kesejahteraan warga. Ia tidak ingin program pemerintah hanya sekadar rutinitas administratif tanpa dampak yang terukur di lapangan.
"Seluruh perangkat daerah harus bekerja dengan target yang jelas, terukur, dan selaras dengan program prioritas. Fokus kita adalah pelayanan publik yang berkualitas dan percepatan pembangunan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tegas Fadly Amran di hadapan jajarannya.
Dalam rapat strategis tersebut, sejumlah agenda prioritas dikupas tuntas. Salah satu sorotan utama adalah tindak lanjut rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana yang sempat melanda Kota Padang. Pemulihan infrastruktur publik dan permukiman warga menjadi atensi khusus agar aktivitas ekonomi masyarakat segera pulih total.
Selain itu, Pemko Padang juga tengah serius menggarap pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Proyek ini diproyeksikan menjadi model percontohan pemberdayaan masyarakat pesisir.
"Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai adalah langkah strategis kita. Tujuannya bukan hanya penataan kawasan semata, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sendi-sendi ekonomi lokal di sana," jelas Wali Kota.
Mengingat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang sudah di depan mata, Fadly Amran menginstruksikan OPD terkait untuk memastikan kesiapan kota. Mulai dari penataan pasar, ketertiban umum, hingga layanan sosial keagamaan diminta untuk dipersiapkan lebih dini.
"Kita ingin kegiatan Ramadan berjalan dengan baik, pelayanan publik tetap optimal, serta suasana kota aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," imbaunya.
Di sisi tata kelola pemerintahan, aspek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2026 juga menjadi sorotan. Fadly mewanti-wanti agar seluruh proses lelang dan pengadaan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Ia menekankan agar tidak ada celah penyelewengan yang dapat merugikan keuangan daerah.
"Pengadaan harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel agar anggaran daerah memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Jangan sampai ada kendala administrasi yang menghambat pelayanan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menambahkan penguatan dari sisi internal birokrasi. Ia meminta seluruh pimpinan OPD untuk menjaga soliditas dan konsistensi dalam mengeksekusi program. Menurutnya, target pembangunan 2026 hanya bisa dicapai jika seluruh elemen birokrasi bergerak dalam satu irama yang sama.
Baca Juga: Hingga Oktober, Capaian Progul Kota Padang Melebihi Target
"Seluruh OPD diharapkan mampu memperkuat sinergi dan konsistensi pelaksanaan program agar target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai sesuai perencanaan. Kita harus berlari kencang namun tetap dalam koridor aturan," tutup Maigus Nasir. [*/hdp]











