Lokasi Longsor di Kayu Tanam Tempat Pembuatan Batu Bata, Ini Penjelasan Bupati Padang Pariaman

Penulis: Fuadi Zikri

Parit Malintang, Padangkita.com – Bukit yang longsor dan menimpa rumah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman merupakan lokasi pembuatan batu bata.

Diketahui, ada dua rumah permanen dan satu pondok tempat pembuatan batu bata yang tertimpa material longsor. Sebanyak tujuh orang yang merupaka satu keluarga meninggal dunia dan dua orang lainnya luka-luka dalam bencana ini.

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyebutkan, tanah bukit yang tepat berada di belakang rumah korban memang dimamfaatkan sebagai bahan pembuatan batu bata oleh keluarga korban.

“Yang menjadi korban ini saudara kita dari daerah Nias yang bekerja mencetak batu bata dan menetap di sini,” kata Suhatri Bur saat meninjau lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, selain di lokasi kejadian hingga ke kawasan Rimbo Kalam, cukup banyak rumah warga yang berada tepat di bawah kaki bukit. Kondisi ini memang sangat membahayakan jika sewaktu-waktu longsor terjadi.

Menurut dia, bencana ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Belum lama ini tiga orang pekerja batu bata asal Sungai Geringging, Kota Pariaman juga menjadi korban longsor. Dua di antaranya ditemukan meninggal dunia dan satu lagi luka-luka.

“Selain itu, tiga tahun yang lewat, dekat SMP juga longsor, juga pernah terjadi, dua orang meninggal dunia,” tambahnya.

Baca juga: Tertimbun Longsor, Satu Keluarga di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Namun demikian, ia belum memastikan apakah akan menertibkan lokasi pencetakan batu bata di kawasan ini atau tidak. Pihaknya hanya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan tepat di bawah kaki bukit. [mfz/pkt]

Terpopuler