Laka Lantas Tinggi di Ruas Jalan Baru Pantai Air Manis

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Hati-hati bagi pengendara dan pejalan kaki di sepanjang ruas jalan Gunung Padang menuju Pantai Air Manis. Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tinggi di jalan baru tersebut.

Fasilitas keselamatan jalan pada ruas jalan tersebut masih sangat minim, ditambah kondisi geometrik jalan yang banyak terdapat tikungan dengan kombinasi tanjakan.

Pada beberapa waktu lalu, terjadi laka lantas sepeda motor yang menyebabkan pengendara luka ringan. Sebelumnya, pada KM 1 juga pernah terjadi laka lantas yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Tak hanya laka lantas, di sepanjang ruas jalan juga sudah mulai rawan tindakan kriminal penjambretan, karena fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan, sangat minim.

Laka lantas ini juga disebabkan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan. Tak hanya sepeda motor dan mobil, bus pariwisata serta truk pick up, juga sering melintas di jalan tersebut.

“Jalan ini mempunyai lebar rata-rata 4,5 meter. Ini tentunya sangat mempengaruhi keamanan dan keselamatan lalu lintas. Laka lantas ini juga disebabkan faktor manusia, khususnya pengendara yang abai terhadap keselamatan dan tak disiplin dalam berlalu lintas,” ujar Sekretaris Program Studi Teknik Sipil Universitas Dharma Andalas, Bayu Budi Irawan saat melakukan pengabdian masyarakat dengan tema Diseminasi Keselamatan Lalu Lintas pada Akses Jalan Wisata Pantai Air Manis,  Minggu (23/2/2020) kemarin.

Berita Padang terbaru: Laka Lantas Tinggi di Ruas Jalan Baru Pantai Air Manis
Dosen bersama mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unidha usai melakukan pengabdian masyarakat di ruas jalan Pantai Air Manis, Minggu (23/2/2020) kemarin. (Foto: Dok. Univ. Dharma Andalas)

Ketua Pemuda Kelurahan Batang Arau, Wandi menambahkan, di sepanjang ruas jalan tersebut, juga banyak terdapat semak belukar yang notabene dapat mengganggu jarak pandang pengendara. Kondisi eksisting lainnya, di sisi kiri atau kanan jalan, juga terdapat jurang.

Masyarakat dalam hal ini, juga memanfaatkan ruas jalan tersebut untuk berolahraga seperti jalan kaki, jogging dan bersepeda.

“Pembangunan jalan baru tentunya harus menjadi catatan bagi pemko, khususnya dalam keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Adapun indikator dari keamanan, keselamatan dan kenyamanan tersebut dapat diukur melalui angka laka lantas yang terjadi di ruas jalan tersebut. Pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan visi Prodi Teknik Sipil menjadi prodi yang mampu bersaing di tingkat nasional dengan kompetensi kesehatan dan keselamatan kerja (K3),” ulas Bayu yang juga dosen pembimbing pengabdian masyarakat ini.

Fasilitas rambu lalu lintas yang ada saat ini di ruas jalan Gunung Padang menuju Pantai Air Manis, mayoritas berupa rambu peringatan saja seperti rambu tikungan, hati-hati, tanjakan serta rambu turunan.

“Baiknya pemko menambah jumlah rambu-rambu ini. Ini berguna untuk kenyamanan pengunjung wisata Pantai Air Manis, yang kini menjadi ikon objek wisata di Kota Padang. Jika dilihat dari kondisi eksisting, masih banyak diperlukan rambu-rambu lainnya seperti rambu batasan kecepatan, dilarang parkir. Tak hanya itu, PJU juga harus ditambah untuk penerangan di malam hari,” ulas Bayu.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas oleh mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tugas akhir. Selain diikuti 40 mahasiswa, pengabdian ini turut dihadiri sejumlah dosen.

“Sembari melakukan penelitian, pada kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi terhadap pengguna jalan khususnya masyarakat di sepanjang ruas jalan akses wisata Pantai Air Manis. Kami berharap, output kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam disiplin berlalu lintas. Ini juga merupakan upaya pihak akademisi untuk mendukung pemko, khususnya Dinas Perhubungan dan Polresta dalam mewujudkan ketertiban lalu lintas,” tutup Bayu. (*)

Terpopuler