Kompetensi Camat se-Sumbar untuk Dongkrak SDM Pemerintahan Nagari

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Penilaian Camat se Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dimulai. Penilaian ini diharapkan dapat mengenjot kompetensi Camat agar berdampak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) perangkat di bawahnya.

“Tak jarang pula pemerintah nagari menghadapi permasalahan-permasalahan, bahkan sampai tersandung masalah hukum dalam menjalankan roda pemerintahan. Di sinilah dibutuhkan peran camat,” ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Barat, Doni Rahmat Samulo S.STP, M.Si, dilansir Padangkita.com, Minggu (4/9/2022).

Dia menjelaskan, pemerintah nagari merupakan tombak dan garda terdepan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan, pemerintah nagari telah memberikan wewenang yang cukup dengan dukungan alokasi dana yang memadai agar pengelolaan nagari dapat berjalan dengan baik dan profesional.

“Namun sangat sering, pada prakteknya pemerintahan nagari belum disertai dengan sumber daya manusia yang mumpuni dalam menjalankan pemerintahan di nagari masing-masing secara optimal,” berber dia.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, camat melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan nagari. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan baik dari segi penyusunan anggaran, maupun dalam pelaksanaan penyelenggaraan urusan nagari pada umumnya.

Untuk memberikan apresiasi dan dukungan moril, serta menambah motivasi kepada para camat dalam meningkatkan kinerja sebagai koordinator pemerintahan di wilayah kecamatan, sekaligus sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkup pemerintahan kabupaten dan kota, Pemprov Sumbar melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov. Sumbar, melaksanakan Penilaian Kompetensi Camat Tingkat Provinsi Tahun 2022.

Dia menjelaskan, kompetensi camat dilaksanakan guna menilai kapasitas, kapabilitas dan kompetensi camat. Diharapkan melalui ini dapat memotivasi semua camat di Sumbar untuk terus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan pemerintahan di wilayah.

Selain itu juga agar pemerintah kabupaten dan kota dapat melihat titik-titik yang perlu dibenahi dan dioptimalkan. Dipastikan dalam rangka peningkatan peran camat sehingga penyelenggaraan daerah di wilayah kerja masing-masing diharapkan semakin baik,” harap dia.

Pelaksanaan Penilaian Kompetensi camat ini dilaksanakan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, camat terbaik dari hasil penilaian di tingkat kabupaten dan kota diutus untuk mempresentasikan kinerja dan inovasinya dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan oleh kepala daerah di hadapan Tim Penilai Kompetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Penilaian ini dilaksanakan selama 2 hari di Ruang Rapat Setda Lt. 2 Rumah Bagonjong, Kantor Gubernur Sumatera Barat pada tanggal 30-31 Agustus 2022 lalu.

Penilaian Tahap I diikuti oleh 10 camat terbaik utusan dari 10 Kabupaten/kota se-Sumbar, yaitu Camat Ranah Ampek Hulu Tapan utusan Kab. Pesisir Selatan, Camat Salimpaung utusan Kab. Tanah Datar, Camat Ulakan Tapakih utusan Kab. Padang Pariaman, Camat IV Koto utusan Agam, Camat Situjuah Limo Nagari utusan Kab. Lima Puluh Kota, Camat Lubuk Sikaping utusan Kab. Pasaman, Camat Sangir Balai Janggo utusan Kab. Solok Selatan, Camat Lubuk Begalung utusan Kota Padang, Camat Talawi utusan Kota Sawahlunto dan Camat Pariaman Utara utusan dari Kota Pariaman.

Kompetensi camat kemudian dinilai oleh Tim Penilai yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yaitu Andri Yulika, SH, M.Hum (Asisten Administrasi Umum Setdaprov. Sumbar), Drs. Alwis (Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat periode 2018 sd 2021) dan Drs. Mardi, MM (Inspektur Provinsi Sumatera Barat periode 2017-2020).

Tim Penilai ini kemudian memberikan penilaian berdasarkan aspek penyelenggaraan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Selain itu juga memperhatikan aspek terbaik dari tingkat Provinsi Sumatera Barat kali ini, juga memperhatikan aspek kemampuan manajerial, kemampuan teknis dan sosiokultural dari masing-masing peserta.

Dari hasil pemeriksaan Tahap I tersebut, Tim Penilai akan menetapkan 6 Camat terbaik untuk dilakukan pada Tahap II, guna membuktikan kinerja dan inovasi yang telah dipaparkan oleh masing-masing Camat di hadapan tim penilai.

Tahap II ini akan dilaksanakan dalam bentuk kunjungan lapangan ke enam wilayah kecamatan yang nomine pada bulan September 2022. Hasil penilaian Tahap II ini, kemudian akan menjadi dasar penetapan camat terbaik Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 yang akan diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2022 mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Sumatera Barat yang ke-77.

Pada penilaian Tahap II tersebut, Tim Penilai melakukan pendalaman terhadap hasil penilaian sebelumnya. Salah satunya yaitu melalui metode wawancara kepada seluruh unsur yang ada di wilayah kerja para nomine, seperti perangkat kecamatan, Forkopimcam, tokoh masyarakat setempat, tokoh adat dan masyarakat umum.

Menurut Alwis, Sekda Prov Sumbar yang tergabung di Tim Penilai, seorang camat memiliki kemampuan manajerial, hal ini tentu sangat erat dengan unsur-unsur yang akan diwawancarai pada Tahap II nanti.

“Dengan tiga keterampilan ini maka camat akan lebih mudah menjalankan tugas dan fungsi sebagai Kepala OPD sekaligus pimpinan kecamatan,” kata Alwis.

Di samping itu, Drs. Mardi, Mantan Inspektur Prov. Sumbar berpendapat, dengan kejadian ini, pemerintah daerah bisa melihat dan mengetahui sejauh mana kompetensi camat, serta perkembangan wilayah kecamatan dari sudut kepemerintahan yang ideal.

“Acara penilaian Kompetensi Camat ini berproses dari tingkat kabupaten sebagaimana mestinya proses idealnya. Jangan sampai ada daerah kabupaten atau kota yang hanya mengutus perwakilan provinsi untuk penilaian di tingkat, sementara proses di bawah tidak dilakukan. Ini akan menjadi kontra produktif terhadap peningkatan kualitas aparatur Daerah, khususnya Camat.” ujarnya.

Baca Juga: Harga Telur Ayam di Sumbar Masih Tinggi, Pemprov: Dipicu Program Bansos dan Kenaikan Biaya Pakan

Sementara terkait dengan hasil penilaian Tahap I yang telah berlangsung, Andri Yulika menilai cukup banyak ditemukan inovasi kreatif dari para camat, yang dapat direplikasi pada kecamatan-kecamatan lain di Sumbar. [*/isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist