Kisah Asmara dan Mahar Nikah Bung Hatta

Kisah Asmara dan Mahar Nikah Bung Hatta

Foto dari keluarga Ibu Bung Hatta (Foto: Aidil Sikumbang)

Lampiran Gambar

Museum Rumah kelahiran Bung Hatta (Foto: Aidil Sikumbang)

Akhirnya Bung Karno pun mencari informasi informasi mengenai nama wanita tersebut. Entah bagaimana caranya, sampai akhirnya beliau bisa menyimpulkan bahwa gadis yang disukai oleh Bung Hatta adalah putri dari Ny S.S.A. Rachim yaitu Rahmi Rachim.

Bung Karno pun akhirnya datang bersama dokter Soeharto ke rumah Nyonya Rachim. Dia pun mengutarakan niatnya datang dan melamar Rahmi Rachim untuk Bung Hatta. Lamaran itu pun akhirnya disampaikan sang ibu kepada sang anak.

Rahmi awalnya sempat ragu mengingat usia mereka yang terpaut jauh. Bahkan sebelumnya, Rahmi memanggil Bung Hatta dan Bung Karno dengan panggilan om. Bung Karno pun meyakinkan Rahmi bahwa Bung Hatta adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Akhirnya lamaran tersebut pun diterima.

Akhirnya tanpa menjalani proses pacaran atau pendekatan, pada bulan November 1945 atau 3 bulan setelah kemerdekaan Bung Hatta akhirnya menikahi Rahmi Rachim. Mereka menikah di Mega Mendung, Puncak, Jawa Barat.

Mungkin banyak yang berpikiran, mahar yang diberikan oleh Bung Hatta yang notabenenya adalah wakil Presiden saat itu adalah harta yang banyak dengan harga yang mahal, tapi ternyata tidak.

Dalam pernikahan tersebut, Bung Hatta memberikan mahar nikah kepada Rahmi Rachim berupa buku yang ia tulis sendiri dengan judul "Alam Pikiran Yunani". Buku itu ditulis Hatta saat dibuang di Digul pada 1934.

Buku tersebut ditulis Bung Hatta saat menghadapi masa-masa sulit dalam masa pergerakan. Dan Bung Hatta ingin menghadiahkan buku pada wanita yang kelak akan menjadi sahabat hidupnya hingga akhir hayatnya.

Hatta dan Rachmi hidup bahagia hingga terpisah ajal, dan mereka dikaruniai tiga orang anak, yang semuanya telah tumbuh menjadi orang-orang yang juga luar biasa.

Kisah cinta Bung Hatta dengan Rachmi memang dimulai dari angka nol. Keduanya belajar untuk membiarkan benih-benih cinta tumbuh di antara mereka.

Kisah mereka menjadi sebuah pandangan tersendiri bagi kita, bagaimana terkadang kepentingan negara harus didahulukan ketimbang keluarga. Memang benar kata pepatah, di balik lelaki hebat pasti selalu ada wanita hebat yang ikut mendampinginya.

Halaman:

Baca Juga

Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang