Padang, Padangkita.com – Tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim hingga ancaman resistensi antimikroba, menuntut dunia pendidikan tinggi untuk tidak lagi berjalan sendirian. Kolaborasi erat antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah atau yang dikenal sebagai konsep Triple Helix, menjadi syarat mutlak bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi institusi kelas dunia sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Pesan strategis tersebut disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, saat memberikan kuliah umum bertajuk From Campus to Society: Innovation and Creativity for a World Class University di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND), Kampus Limau Manis, Padang, Jumat (6/2/2026).
Di hadapan lebih dari 500 peserta yang terdiri dari sivitas akademika, mahasiswa, dan tenaga pengajar, Taruna menekankan bahwa konsep Triple Helix lahir dari pengalaman panjangnya berkarier di berbagai negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.
"Akademia membutuhkan bisnis dan pemerintah, begitu pula sebaliknya. Tidak ada satu sektor pun yang bisa unggul sendirian. Kolaborasi adalah kunci lahirnya inovasi dan kemajuan bangsa," ujar Taruna Ikrar dalam paparannya.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna menyoroti isu kesehatan global yang mendesak, yakni fenomena silent pandemic berupa resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR). Ia memaparkan data yang mengkhawatirkan bahwa sekitar 43 persen bakteri Escherichia coli kini telah resistan terhadap antibiotik. Kondisi ini berpotensi meningkatkan angka kematian bukan karena ketiadaan obat, melainkan karena obat yang ada tidak lagi mempan melawan penyakit.
"Jika tidak ditangani serius, silent pandemic ini diperkirakan dapat menyebabkan kematian hingga 50 juta penduduk dunia dalam 20 hingga 25 tahun ke depan," tegasnya memperingatkan para audiens.
Oleh karena itu, Taruna mendorong UNAND untuk mengambil peran aktif melalui riset-riset inovatif yang didukung oleh regulasi pemerintah dan hilirisasi industri untuk menjawab ancaman tersebut.
Selain isu kesehatan, Taruna juga membedah strategi menuju World Class University (WCU). Menurutnya, dari sekitar 3 juta perguruan tinggi di seluruh dunia, hanya sekitar 0,03 persen yang masuk dalam kategori universitas kelas dunia.
"Untuk bersaing di tingkat global, universitas harus memiliki keunggulan nyata, didukung dosen berkualitas, mahasiswa berprestasi, alumni berpengaruh, serta kolaborasi lintas sektor," jelasnya.
BPOM sendiri saat ini tengah berproses untuk memperoleh pengakuan internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai otoritas regulasi nasional berkelas dunia. Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, BPOM telah menjalin kerja sama dengan 174 perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat riset nasional.
"Kampus adalah pusat inovasi, industri memiliki sumber daya, dan pemerintah menjembatani lewat regulasi. Jika ketiganya terhubung, maka akan lahir produk inovatif dan daya saing bangsa," tambah Taruna.
Merespons paparan tersebut, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menyambut baik ajakan kolaborasi dari BPOM. Efa menegaskan bahwa UNAND siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan kebijakan publik yang berbasis sains (science-based policy).
"Kami di UNAND menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci. Dunia akademik dan BPOM memiliki peran strategis dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak luas. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan hari ini menjadi awal sinergi berkelanjutan, baik melalui riset bersama maupun program magang mahasiswa," ujar Rektor Efa Yonnedi.
Sebagai wujud konkret kerja sama, UNAND membuka peluang bagi talenta-talenta terbaik di lingkungan BPOM untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister di UNAND. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan memiliki etika sosial yang tinggi.
Baca Juga: Pemko Padang dan BPOM Bersinergi Edukasi Masyarakat Cegah Resisten Antimikroba
Menutup kuliah umumnya, Taruna Ikrar mengutip kalimat bijak Nelson Mandela untuk memotivasi mahasiswa UNAND. "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Saya berharap Universitas Andalas dapat menjadi salah satu kampus terbaik dunia, dan itu dimulai dari sekarang," pungkas Taruna. [hdp]











