Bandar Lampung, Padangkita.com - Pekan ke-23 kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 menghadirkan kenyataan pahit bagi skuad Semen Padang FC. Bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Selasa (24/2/2026) malam, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut harus menelan kekalahan telak dengan skor 4-0.
Semen Padang FC memang datang ke Lampung dengan kondisi skuad yang pincang. Tim asuhan pelatih Dejan Antonic ini harus kehilangan sejumlah pilar utama yang selama ini menjadi motor penggerak permainan. Ketidakhadiran bek tangguh Angelo Meneses, pengatur serangan Alhassan Wakaso, hingga ujung tombak Guillermo Fernandez membuat Semen Padang tampak kesulitan mengembangkan ritme permainan dan menembus pertahanan tuan rumah sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Petaka bagi skuad tamu mulai memuncak ketika wasit M. Erfan Efendi menunjuk titik putih untuk Bhayangkara FC. Keputusan krusial ini diambil setelah bek Semen Padang, Jaime Andres Giraldo Ocampo, dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain sayap Bhayangkara, Moussa Sidibe, pada menit ke-26.
Keputusan penalti ini sontak memicu protes keras dari para pemain Semen Padang. Mereka mendesak wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang saat itu diawasi oleh Ginanjar Rahman Latief. Namun, sang pengadil lapangan tak bergeming dan tetap pada keputusannya. Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo sukses menyarangkan bola ke gawang pada menit ke-27, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Alih-alih menyamakan kedudukan, upaya Semen Padang untuk mengejar ketertinggalan justru berujung bencana. Pada menit ke-35, gelandang andalan mereka, Boubakary Diarra, harus mandi lebih cepat setelah diganjar kartu kuning kedua oleh wasit. Sebelumnya, Diarra telah menerima kartu kuning pertama pada menit ke-21.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC yang berada di bawah racikan taktik Paul Christopher Munster semakin leluasa mendikte alur pertandingan. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat efektif untuk menggempur pertahanan Semen Padang yang mulai kedodoran.
Ryo Matsumura berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-50. Seakan belum puas, hanya berselang tiga menit, Moussa Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53, mencetak gol keduanya pada malam tersebut. Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh aksi Bernard Henri Cedric Doumbia yang sukses merobek gawang Semen Padang pada menit ke-74.
Kekalahan telak 4-0 ini menjadi kekalahan ke-15 bagi Semen Padang pada musim kompetisi tahun ini. Hasil minor tersebut membuat posisi mereka kian terpuruk dan makin tenggelam di zona degradasi. Saat ini, Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 16 poin. Mereka masih terpaut jarak dua poin dari PSBS Biak yang berada di peringkat ke-15 (batas aman), dan hanya unggul tiga poin dari Persis Solo yang merana di posisi juru kunci.
Baca Juga: Misi Bangkit dari Zona Merah, Semen Padang FC Bawa 22 Pemain Tantang Bhayangkara Presisi di Lampung
Berbanding terbalik dengan nasib lawannya, tambahan tiga poin penuh di kandang sendiri mengantarkan Bhayangkara FC melesat naik ke posisi lima besar klasemen sementara BRI Super League. Tim asuhan Paul Munster tersebut kini sukses mengumpulkan 35 poin dari 23 pertandingan yang telah mereka lakoni. [hdp]











