Kabar Gembira untuk Guru Non-ASN di Sumbar, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Lebih dari Rp10,5 Miliar

Kabar Gembira untuk Guru Non-ASN di Sumbar, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Lebih dari Rp10,5 Miliar

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin. [Foto: Kemenag Sumbar]

Padang, Padangkita.com - Angin segar berhembus bagi ribuan guru non-Pegawai Negeri Sipil (Non-ASN) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumbar telah berhasil mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non ASN untuk periode Januari dan Februari 2025 dengan total anggaran mencapai Rp10.521.442.400.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, menyampaikan bahwa proses pencairan tunjangan profesi guru ini telah diupayakan sejak awal Maret.

Langkah ini sejalan dengan instruksi tegas dari Menteri Agama untuk mempercepat pembayaran tunjangan bagi para guru di madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertugas di sekolah umum.

“Alhamdulillah, proses pencairan TPG ini berjalan lancar. Secara bertahap, mulai dari tanggal 21 hingga 24 Maret, seluruh tunjangan profesi ini telah masuk ke rekening masing-masing guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum,” ungkap Mahyudin dikutip Kamis (27/3/2025).

Lebih lanjut, Mahyudin merinci bahwa anggaran sebesar Rp10,5 miliar lebih ini diperuntukkan bagi sebanyak 2.146 guru. Dari jumlah tersebut, 1.709 di antaranya adalah guru madrasah non-ASN yang mengajar di berbagai tingkatan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Sementara itu, sisanya sebanyak 437 guru merupakan guru PAI Non-ASN yang bertugas di sekolah umum, baik yang sudah memiliki status inpassing maupun belum.

“Dari total tunjangan sebesar Rp10.521.442.400, sebanyak Rp9.142.694.600 dialokasikan untuk pembayaran TPG non-ASN di lingkungan madrasah, dan sisanya sebesar Rp1.378.747.800 diperuntukkan bagi guru PAI Non-ASN di sekolah umum,” jelas Mahyudin.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar ini berharap, dengan adanya percepatan pencairan tunjangan profesi guru ini, kesejahteraan para tenaga pendidik dapat meningkat. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada kualitas pendidikan dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang gemilang.

“Guru adalah sosok yang paling berjasa dalam kemajuan bangsa ini. Tanpa guru, mustahil sebuah bangsa dapat maju. Tanpa guru, kita tidak akan mampu melahirkan generasi emas penerus bangsa,” sebut Mahyudin dengan penuh harap.

Untuk itu, Mahyudin berpesan kepada seluruh guru yang telah menerima tunjangan profesi ini agar dapat memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan pencairan ini akan menjadi semangat baru bagi Bapak dan Ibu guru untuk lebih giat lagi dalam mendidik siswa-siswi di madrasah maupun sekolah umum. Mari kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad), Hendri Pani Dias, menambahkan bahwa proses pencairan tunjangan profesi guru ini telah dimulai sejak awal Maret dengan melakukan pengaturan status keaktifan guru melalui mekanisme Ajuan Keaktifan Kolektif (S25).

“Di Bidang Penmad madrasah, kami juga melakukan penyesuaian data guru dan tenaga kependidikan yang mengalami mutasi, mengajukan penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) baru bagi para lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memiliki sertifikat pendidik, serta melakukan penginputan jadwal mengajar dan beban kerja guru melalui aplikasi Sistem Kinerja Madrasah Terintegrasi (SKMT) dan Sistem Kinerja Beban Kerja Guru (SKBK),” terang Hendri.

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan pengajuan penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) bagi para lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah mengantongi sertifikat pendidik dan lulus sertifikasi melalui jalur PPG Non Kementerian Agama tahun 2024.

Adapun bagi guru madrasah yang lulus sertifikasi pada tahun 2024 melalui jalur PPG dalam jabatan Kementerian Agama, NRG akan diterbitkan secara otomatis oleh sistem tanpa perlu pengajuan dari masing-masing guru dan tenaga kependidikan (GTK).

“Seluruh proses dan persyaratan ini telah berhasil diselesaikan pada tanggal 14 Maret, termasuk proses pemuatan buku rekening baru bagi para penerima tunjangan profesi guru (TPG) non-ASN secara mandiri melalui Bank Republik Indonesia (BRI),” pungkas Hendri.

Baca Juga: Lebih dari 2,7 Juta Muslim Sumbar Akan Salat Idulfitri di Hampir 5.000 Lokasi

Hendri juga menambahkan bahwa untuk tunjangan profesi guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), pencairannya akan disesuaikan dengan kebijakan dari Kemenag kabupaten/kota masing-masing, mengingat Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar saat ini fokus pada pencairan TPG bagi guru non-ASN. [*/hdp]

Baca Juga

Lebih dari 2,7 Juta Muslim Sumbar Akan Salat Idulfitri di Hampir 5.000 Lokasi
Lebih dari 2,7 Juta Muslim Sumbar Akan Salat Idulfitri di Hampir 5.000 Lokasi
Pelunasan Bipih Haji Tahap Kedua Dibuka, Kemenag Sumbar Imbau Jemaah Segera Manfaatkan Kesempatan
Pelunasan Bipih Haji Tahap Kedua Dibuka, Kemenag Sumbar Imbau Jemaah Segera Manfaatkan Kesempatan
Rapid Test Lion Air
Isu Delay Lion Air Jadi Perhatian, Kemenag Sumbar Beri Jaminan Penerbangan Haji Lancar
Kakanwil Kemenag Sumbar Ajak Ormas Islam Bersinergi Bangun Kehidupan Beragama
Kakanwil Kemenag Sumbar Ajak Ormas Islam Bersinergi Bangun Kehidupan Beragama
Sumbar Lampaui Target Nasional, Sukses Gelar Indonesia Khataman Alquran dengan 10.247 Kali Khatam
Sumbar Lampaui Target Nasional, Sukses Gelar Indonesia Khataman Alquran dengan 10.247 Kali Khatam
Tahap I Pelunasan Biaya Haji Sumbar Capai 80 Persen, Kemenag Imbau Jemaah Segera Manfaatkan Tahap Kedua
Tahap I Pelunasan Biaya Haji Sumbar Capai 80 Persen, Kemenag Imbau Jemaah Segera Manfaatkan Tahap Kedua