Padang, Padangkita.com – Kabar baik datang setelah sejumlah daerah Sumatera Barat (Sumbar) dilanda bencana. Jalan tol akan hadir menghubungkan Sicincin – Bukittinggi, jalur yang selama ini dikenal “maut” – bukan hanya karena rawan kecelakaan tetapi juga rawan longsor dan galodo.
Kapan Jalan Tol Sicincin – Bukittinggi bisa dilalui? Nah, jawaban atas pertanyaan ini sangat ditentukan oleh sejumlah faktor pendukung. Utamanya, adalah masalah pembebasan lahan dan dukungan dana.
Soal pembebasan lahan, sudah menjadi ‘hantu’ dalam setiap proyek infrastruktur di Ranah Minang ini. Dua proyek strategis nasional (PSN) terbaru, mengalami progres yang lambat, karena sulit dan rumitnya pembebasan lahan. PSN itu adalah Jalan Tol Padang – Sicincin dan yang baru mulai sekarang yakni, Flyover Sitinjau Lauik.
Kemudian soal dukungan pembiayaan. Beberapa tahun terakhir, APBN tidak dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan, di tahun 2025 hingga 2026 ini, ada namanya kebijakan efisiensi anggaran, kata lain dari pemangkasan alias pemotongan. Banyak proyek tertunda tak bisa dilaksanakan.
Namun demikian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tetap memasang target cukup optimistis, Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi dapat rampung dan beroperasi pada tahun 2031. Ini tentu asalkan seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Bahkan, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra membuka peluang percepatan penyelesaian di tahun 2029. Ini, kata dia, dapat tercapai, sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal.
Dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya, di kantor Kementerian PU, awal pekan ini, terungkap total kebutuhan investasi mencapai Rp25,23 triliun.
Pembangunan ruas tol yang paling dinantikan ini, akan dilaksanakan oleh BUMN Karya, PT Hutama Karya (HK) melalui skema penugasan. Rapat juga membahas sejumlah tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan, di antaranya survei topografi, survei geoteknik serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.
Menurut Mahyeldi, keberadaan jalan tol tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana.
“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” kata Mahyeldi.
Pemprov Sumbar, lanjut dia, siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
"Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah," tegas Mahyeldi.
Dibagi Dua Segmen
Dalam pelakanaan pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru seksi Sicincin - Bukittinggi akan dibagi dalam dua segmen. Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, dua segmen itu yakni, segmen Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang sepanjang 20,3 km dan segmen Bukittinggi - Padang Panjang sepanjang 19,71 km.
Masing-masing segmen dilengkapi satu interchange (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antarwilayah.
"Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi," kata Mahyeldi.
Ia menerangkan, khusus segmen Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang 5,85 km. Terowongan pertama sepanjang 5,5 km dan terowongan kedua sepanjang 0,35 km.
Selain itu, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut direncanakan menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 km at grade (di atas permukaan tanah), dan 10 km jembatan, kemudian sisanya terowongan.
Sementara itu, pada segmen Bukittinggi - Padang Panjang direncanakan akan dibangun menggunakan skema at grade sepanjang 17 kilometer dan 2,71 km jembatan.
"Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini, survei topografinya sudah selesai dilaksanakan," terang Mahyeldi
Tahapan selanjutnya adalah survei geoteknik berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Direncanakan, itu akan dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026 mendatang.
Baca juga: Jalan Tol Padang - Bukittinggi Jadi Prioritas Proyek Strategis Nasional
"Dengan syarat, izin memasuki hutan lindungnya sudah keluar dari kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survei belum bisa bekerja," kata Mahyeldi.
Agar pembangunan ruas Tol Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang dan Tol Padang Panjang - Bukittinggi dapat segera dimulai, Mahyeldi berharap, dukungan penuh dari lintas sektor. Tidak hanya dari pemerintahan di berbagai tingkatan, tapi juga dari masyarakat, khususnya dalam tahapan pembebasan lahan. [*/pkt]











