IPM Sumbar Naik Pesat, Bukti Kemampuan Pemprov dalam Meningkatkan Kualitas SDM

IPM Sumbar Naik Pesat, Bukti Kemampuan Pemprov dalam Meningkatkan Kualitas SDM

Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) di Jl. Sudirman, Kota Padang. [Foto: Dok. Pemprov Sumbar]

Padang, Padangkita.com - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru-baru ini kembali viral, setelah Goodstats.id merilis IPM Kota Padang berada di peringkat ke 12 dengan 83,98 poin di Indonesia.

Hal ini pun sejalan dengan IPM Sumatra Barat (Sumbar) sepanjang 2023 lalu yang berada pada peringkat ke-7 secara nasional dengan 75,64 poin.

Angka ini jauh dari melebih target yakni 73,23 poin. Secara peringkat, IPM Sumbar mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2022, yakni peringkat ke-9. Bahkan saat itu termasuk tiga tertinggi di Pulau Sumatra.

“Hal ini membuktikan salah satu faktor adalah pemerintahan Mahyeldi-Audy mampu meningkatkan kualitas SDM di Sumbar,” kata Anggota DPRD Sumbar Fraksi PKS Rahmat Saleh di Padang, Senin (3/6/2024).

Mengutip isi Human Development Report (HDR) pertama tahun 1990, pembangunan manusia adalah suatu proses untuk memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki oleh manusia.

Diantara banyak pilihan tersebut, pilihan yang terpenting adalah untuk berumur panjang dan sehat, untuk berilmu pengetahuan, dan untuk mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup.

Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak.

Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir.

Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.

Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

Baca Juga: Gubernur Mahyeldi Minta Insan Dinas Pendidikan Tingkatkan Kinerja demi Pacu IPM Sumbar

“Capaian ini adalah positif, secara kinerja luar biasa dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sumbar,” kata Rahmat. [*/hdp]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Menteri PPPA Kunjungan Kerja 3 Hari di Sumbar, Kedatangannya Disambut Gubernur Mahyeldi
Menteri PPPA Kunjungan Kerja 3 Hari di Sumbar, Kedatangannya Disambut Gubernur Mahyeldi
Pengurus LPTQ Sumbar 2025–2029 Dilantik, Vasko Ruseimy Diamanahi Ketua Umum
Pengurus LPTQ Sumbar 2025–2029 Dilantik, Vasko Ruseimy Diamanahi Ketua Umum
Gubernur Mahyeldi Hadiri Gathering Alumni Malaysia di Jakarta
Gubernur Mahyeldi Hadiri Gathering Alumni Malaysia di Jakarta
Pemprov Sumbar Gelar Tarhib Ramadan dan Luncurkan Pesantren Ramadan 1447 H
Pemprov Sumbar Gelar Tarhib Ramadan dan Luncurkan Pesantren Ramadan 1447 H
Syamel Muhammad Pimpin YKI Sumbar, Gubernur Mahyeldi Ajak Sinergi Penanggulangan Kanker
Syamel Muhammad Pimpin YKI Sumbar, Gubernur Mahyeldi Ajak Sinergi Penanggulangan Kanker
Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang
Mahyeldi Resmikan 3 Jembatan di Pasbar, Perkuat Konektivitas Menuju Pelabuhan Teluk Tapang