Pariaman, Padangkita.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pariwisata dan fasilitas pendukungnya. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap dan plafon bangunan.
Kondisi ini tentu saja berdampak pada keamanan, kenyamanan, serta kelangsungan aktivitas pariwisata dan pelayanan publik di Kota Tabuik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman, Ferialdi menyampaikan bahwa fasilitas yang terdampak antara lain atap Kantor Disparbud Kota Pariaman dan Shelter Bencana. Kemudian, Musala Pulau Angso Duo, Pentas Seni Pantai Kata, Pentas Seni Pantai Gandoriah, dan Gedung LKAAM.
Berikutnya, Pos Pariwisata, Gedung Tourist Information Center (TIC) dan Kios Sala Pantai Gandoriah yang sebagian besar mengalami rusak berat pada atap dan plafon akibat terjangan angin kencang dan curah hujan tinggi.
“Kerusakan yang terjadi umumnya pada bagian atap dan plafon bangunan. Kondisi ini cukup berisiko karena dapat membahayakan pengunjung dan pengguna fasilitas, sehingga memerlukan penanganan segera,” ujar Ferialdi.
Ia menambahkan, fasilitas-fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pariwisata, pelayanan informasi, serta kegiatan sosial dan budaya. Kerusakan jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan kepada wisatawan dan masyarakat.
“Kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu perbaikan fasilitas yang terdampak bencana ini. Dukungan anggaran sangat dibutuhkan agar rehabilitasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan fasilitas kembali dapat digunakan dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, kata dia, berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, percepatan perbaikan fasilitas pariwisata pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. [*/pkt]











