Padang, Padangkita.com – Sumatra Barat (Sumbar) memang telah memasuki era new normal dan melakukan sejumlah pelonggaran aktivitas. Namun, new normal yang sudah masuk hari ke empat belum mampu meningkatkan jumlah penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
"Jumlah penerbangan saat ini bervariatif, tergantung airlines dalam memberikan jadwal. Karena jumlah penumpang yang masih sangat minim untuk di BIM. Biasanya 3 sampai 6 flight per hari,” kata Fendrick Sondra, Humas PT Angkasa Pura cabang BIM kepada Padangkita.com, Kamis (11/6/2020).
Dibanding waktu PSBB (Pembatasan Sosial Berskal Besar), lanjut Fendrick, jelas ada peningkatan. Namun jumlahnya sangat jauh dari situasi normal.
“Di BIM pada saat sebelum pandemi ini jumlah penumpang per hari di kisaran 8000 pax (penumpang)," ujar Fendrick.
Sementara itu, sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, Pemprov Sumbar, telah menyediakan pelayanan tes swab secara gratis bagi penumpang yang datang ke Sumbar.
Sedangkan bagi penumpang yang hendak meninggalkan Sumbar, pihaknya masih tetap mengacu kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu setiap calon penumpang harus memiliki bukti identitas, serta hasil pemeriksaan rapid test/PCR test yang menyatakan negatif Covid-19.
"Ini yang harus dipahami bersama, dari Padang pun untuk keberangkatan aturan yang digunakan tetap sama dan mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Identitas wajib, terus hasil pemeriksaan rapid test/PCR test yang negatif," jelasnya.
Baca juga: Ingin Bepergian dengan Pesawat Terbang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Dengan demikian, warga yang positif Covid-19 sudah pasti tidak dapat terbang. "Kalau di Bandara dinyatakan positif Corona jelas tidak akan bisa berangkat. Tidak mungkin penumpang positif bisa diberangkatkan. Karena syarat berangkat adalah hasil test negatif untuk rapid test/PCR test," tegasnya.
Selain itu, kata Fendrick, Angkasa Pura juga telah menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer. Petugas yang diwajibkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) pada tingkatan level 1: menggunakan masker, sarung tangan dan face shield.
Kepada masyarakat yang ingin bepergian dengan pesawat udara, Fendrick mengimbau agar dapat memenuhi semua persyaratan kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Dikatakannya, kejujuran masyarakat dalam hal ini akan sangat membantu pemutusan penyebaran virus.
"Kalau sakit ya sebaiknya istirahat dan pulihkan kondisi fisik. Agar tidak membahayakan diri sendiri jika bepergian ke manapun. Banyak istirahat dan selalu jaga kebersihan di manapun berada," ujarnya. [mfz]