Sawahlunto, Padangkita.com – Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni-Juli 2026 mendatang. Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran, semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi modal utama Kota Arang ini untuk tetap berprestasi.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota Sawahlunto, di sebuah kedai kopi di kawasan Muara Kalaban, baru-baru ini.
Dalam suasana diskusi yang santai namun berbobot, Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajarannya mendengarkan langsung kesiapan tuan rumah. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa pihaknya memandang Porprov XVI bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan momentum pembinaan karakter. Riyanda tidak menampik kondisi fiskal daerah saat ini, namun ia menolak untuk pesimis.
"Kami realistis melihat kondisi keuangan daerah. Tapi saya yakin, dengan kebersamaan, kolaborasi, dan dukungan semua pihak, baik pemerintah, KONI, dunia usaha, maupun masyarakat, keterbatasan itu bisa kita atasi," ujar Riyanda Putra.
Riyanda menekankan bahwa persiapan atlet yang kompetitif tidak melulu soal besaran dana, tetapi juga soal manajemen dukungan yang tepat sasaran dan semangat kebersamaan.
"Semangat gotong royong dan sinergi akan menjadi kunci agar Sawahlunto tetap mampu menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk tampil kompetitif di Porprov XVI 2026 nanti," tambahnya.
Dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan atlet juga disuarakan oleh Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams. Ia menyadari bahwa prestasi olahraga membutuhkan proses panjang.
"Olahraga tidak bisa dibangun dengan pendekatan instan. Ia butuh konsistensi, perencanaan, dan keberpihakan kebijakan," kata Rovanly memperkuat pernyataan Wali Kota.
Di sisi lain, Ketua KONI Kota Sawahlunto, Jhon Reflita, merasa mendapatkan energi baru dari kunjungan pengurus provinsi. Ia menilai kehadiran KONI Sumbar memberikan kepastian bahwa daerah tidak berjuang sendirian.
"Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi penguatan semangat dan visi bersama. Kami semakin optimistis menatap Porprov XVI," sebut Jhon Reflita.
Suasana diskusi menjadi lebih emosional dan inspiratif ketika Staf Khusus KONI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar, memberikan pandangannya. Mantan Ketua KONI Sumbar tahun 2009 ini mengajak semua pihak untuk menengok ke belakang, tepatnya pada masa-masa sulit pascagempa besar 2009.
"Waktu itu, keuangan daerah sangat berat, Porda tidak jalan cukup lama, dan dampaknya prestasi Sumbar di tingkat nasional anjlok," kenang Syahrial.
Namun, sejarah mencatat bahwa Sumatera Barat mampu bangkit dari keterpurukan tersebut. Syahrial menekankan bahwa kebangkitan itu tidak dimulai dari kucuran dana yang melimpah, melainkan dari soliditas para pemangku kepentingan olahraga.
"Kita bangkit bukan karena uang semata, tapi karena kebersamaan. Solidaritas, kolaborasi, dan kepercayaan antar pemangku kepentingan adalah modal utama untuk kembali berdiri," tegasnya memotivasi.
Menutup pertemuan tersebut, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi sikap realistis namun penuh harap yang ditunjukkan Pemko Sawahlunto. Baginya, semangat untuk tidak menyerah pada keadaan adalah esensi dari olahraga itu sendiri.
Baca Juga: Menuju Porprov Sumbar 2026: Baliho Mulai "Hiasi" Ruang Publik, KONI Gencarkan Sosialisasi
"Diskusi hari ini menunjukkan satu hal penting: ada semangat yang sama untuk bangkit dan berprestasi. Jika ini terjaga di semua daerah, Porprov XVI akan menjadi tonggak kebangkitan olahraga Sumatera Barat," pungkas Hamdanus. [*/hdp]











