Bandar Lampung, Padangkita.com - Semen Padang FC akan melakoni laga tandang krusial pada pekan ke-23 kompetisi bergengsi BRI Super League musim 2025/2026. Skuad berjuluk Kabau Sirah ini dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Selasa (24/2/2026) dengan waktu sepak mula pukul 20.30 WIB.
Meski datang dengan status tim tamu dan masih berada di bawah bayang-bayang zona degradasi, Semen Padang FC tetap membawa rasa percaya diri yang tinggi. Padahal, lawan yang dihadapinya tengah berada dalam puncak performa. Tim berjuluk The Guardian tersebut baru saja menyapu bersih dua kemenangan tandang di Jawa Timur, yakni menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1 dan mengungguli Persik Kediri lewat pertarungan ketat 4-3.
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, memastikan bahwa anak asuhnya dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi laga berat tersebut, kendati tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini tengah dihadapkan pada krisis pemain pilar.
"Kondisi semua pemain bagus. Angelo Meneses absen karena akumulasi kartu kuning. Dua pemain lainnya Alhassan Wakaso, Gullermo Fernandez tidak dalam kondisi fit, kami tidak mau memaksakannya karena beresiko," kata Dejan Antonic.
Mantan pelatih Borneo FC itu juga mengakui kualitas lawan yang akan dihadapinya secara objektif. "Bhayangkara FC punya materi yang bagus, terlebih ada tambahan pemain-pemain bagus di putaran kedua," ucapnya lagi.
Walau pada lawatan sebelumnya Semen Padang FC harus menelan pil pahit kekalahan saat bertandang ke markas Arema FC di Malang, Dejan Antonic memastikan mental bertanding skuadnya sama sekali tidak runtuh.
"Kita memang kalah lawan Arema FC. Tapi kita punya tren positif seperti saat lawan tim-tim besar lainnya macam Persija Jakarta, Bali United FC atau juga Malut United FC. Ini berkat kedisiplinan dan fighting spirit anak-anak. Kita kesini untuk mencari poin dan semoga kita bisa segera keluar dari zona merah," dia menegaskan.
Pernyataan optimis tersebut dilontarkan di tengah badai cedera yang menghantam tiga sektor vital tim tamu sekaligus. Di sektor sentral, Semen Padang FC dipastikan kehilangan jenderal lapangan tengah, Alhassan Wakaso. Gelandang jangkar tersebut harus menepi setelah mengalami cedera pada laga keras kontra Malut United sebelumnya.
Tidak hanya di lini tengah, daya gedor lini depan Kabau Sirah juga dipastikan berkurang menyusul absennya penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernandez, yang juga terbekap cedera. Sebagai langkah antisipasi taktis, tim pelatih akan kembali mempercayakan posisi ujung tombak kepada penyerang tangguh, Diego Mauricio. Ia diproyeksikan untuk menjadi tumpuan utama guna membongkar rapatnya pertahanan tuan rumah. Masalah bertambah pelik karena di sektor pertahanan, tim tamu juga harus merelakan absennya bek andalan, Angelo Meneses.
Untuk menyiasati situasi krisis tersebut, jajaran pelatih tetap membawa 22 pemain terbaiknya untuk lawatan ke markas Bhayangkara FC. Berdasarkan susunan daftar pemain yang diboyong, persaingan di bawah mistar gawang akan diisi oleh salah satu dari tiga opsi penjaga gawang tangguh: Rendy Oscario, Iqbal Bachtiar, atau Arthur Augusto.
Sementara itu, guna menambal lubang yang ditinggalkan di lini belakang, barisan pertahanan akan mengandalkan nama-nama seperti Ricki Ariansyah, Zidane Afandi, Ade Kristiano, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Asyraq Gufron, dan Samuel Christianson. Mereka dituntut tampil disiplin tingkat tinggi untuk menahan gempuran para penyerang lawan.
Di sektor lini tengah yang kehilangan figur pengatur serangan, Semen Padang FC membawa barisan gelandang pekerja keras yang meliputi Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi, Rosad Setiawan, Kianz Froese, Kazaki Nakagawa, Maicon Souza, Kasim Botan, Firman Juliansyah, Armando Oropa, hingga pemain sayap sarat pengalaman, Irsyad Maulana. Komposisi ini diharapkan mampu menjaga ritme permainan, memutus aliran bola lawan, dan secara simultan menyuplai umpan matang ke lini depan.
Hingga menuntaskan laga pekan ke-22, Kabau Sirah masih terpuruk di papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-17 dari 18 tim peserta. Semen Padang FC baru mencatatkan 16 poin, hasil dari empat kali menang, empat kali imbang, dan 14 kali kalah.
Baca Juga: Misi Bangkit dari Zona Merah, Semen Padang FC Bawa 22 Pemain Tantang Bhayangkara Presisi di Lampung
Tepat di bawah Semen Padang, terdapat Persis Solo yang menjadi juru kunci dengan koleksi 13 poin. Sementara itu, di atas posisi Kabau Sirah, ada PSBS Biak dan Persijap Jepara di peringkat ke-15 dan ke-16 yang sama-sama mengumpulkan 18 poin. Pertandingan malam nanti akan menjadi arena pembuktian krusial bagi Semen Padang FC dalam upaya keras melepaskan diri dari jerat degradasi kompetisi. [*/hdp]











