Arab Saudi Kembali Buka Masjid di Mekah, Keputusan Haji Masih Belum Diumumkan

Masjid di Mekah

Ils. [Foto: Ist]

Riyadh, Padangkita.com - Arab Saudi mengumumkan masjid-masjid di Kota Mekah akan kembali dibuka pada hari Minggu, (21/6/2020), besok.

Masjid-masjid tersebut siap untuk kembali digunakan setelah ditutup selama tiga bulan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gulf News mengabarkan, Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka hampir 1.560 masjid di kota suci Mekah untuk keperluan ibadah salat berjamaah.

Dijelaskan, pembukaan masjid di Kota Mekah tersebut merupakan bagian dari langkah lanjutan pembukaan seluruh masjid di wilayah kerajaan Arab Saudi.

Sebelumnya, Kementerian Urusan Islam Arab Saudi mengeluarkan keputusan untuk mengizinkan pelaksanaan Salat Jumat di seluruh masjid kecuali yang berada di kota Mekah dan Jeddah.

Masjid-masjid tersebut telah kembali dibuka untuk pelaksanaan salat berjamaah mulai Jumat (11/6/2020) lalu.

Meski demikian, Kementerian Urusan Islam di Mekah menegaskan, jemaah harus tetap menerapkan protokol kesehatan selama beribadah di dalam masjid.Masjid di Arab Saudi Kembali Gelar Salat Jumat, Kecuali di Mekah dan Jeddah

Baca juga:

Jemaah masjid diwajibkan membawa sajadah masing-masing dari rumah. Kemudian, mereka juga diminta untuk terus menjaga jarak.

Untuk memastikan, jemaah melakukan physical distancing selama di masjid, petugas telah memberikan tanda berupa garis untuk menentukan tempat jemaah.

Menurut Kementrian Urusan Islam Arab, pihaknya juga telah mensterilkan dan membersihkan masjid-masjid yang akan dibuka kembali.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi belum menjelaskan masjid apa saja yang siap untuk dibuka, termasuk Masjidil Haram tempat ibadah haji dilaksanakan.

Pemerintah Arab Saudi juga masih belum memberikan sinyal mengenai pelaksanaan ibadah haji 1441 hijriyah/ 2020 Masehi.

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi masih menangguhkan perjalanan internasional, termasuk untuk ibadah haji dan umrah.

Dilansir dari Gulf News, Arab Saudi menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan pembatalan ibadah haji untuk pertama kalinya sejak berdirinya Kerajaan pada tahun 1932, setelah jumlah infeksi virus corona melebihi 100.000.

Seorang pejabat senior di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan kepada surat kabar Inggris Financial Times mengenai kemungkinan tersebut.

"Kasus ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan diambil dalam waktu seminggu," kata pejabat tersebut. [*/try]


Baca berita terbaru hanya diĀ Padangkita.com

Baca Juga

Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Kemitraan Strategis Indonesia - Prancis untuk Stabilitas Indo-Pasifik
Kemitraan Strategis Indonesia - Prancis untuk Stabilitas Indo-Pasifik
Dorong Mahasiswa UNP Berwirausaha, Fadly Amran Ungkap Tantangan Kewirausahaan Nasional
Dorong Mahasiswa UNP Berwirausaha, Fadly Amran Ungkap Tantangan Kewirausahaan Nasional
Chili Jadi Teman Strategis Indonesia, Gilang Dhielafararez: Bawa Dampak Baik untuk Dunia
Chili Jadi Teman Strategis Indonesia, Gilang Dhielafararez: Bawa Dampak Baik untuk Dunia
DPR Siap Gelar IAPF, Puan Yakin Forum Parlemen Jadi Nilai Tambah Hubungan RI-Afrika
DPR Siap Gelar IAPF, Puan Yakin Forum Parlemen Jadi Nilai Tambah Hubungan RI-Afrika
Forum Parlemen Indonesia - Afrika, Songsong Pembangunan Berkelanjutan
Forum Parlemen Indonesia - Afrika, Songsong Pembangunan Berkelanjutan