Ada Pekerjaan Erection Girder, Jalan Tol Padang - Sicincin Buka Tutup 23-24 Februari dan 4-5 Maret

Ada Pekerjaan Erection Girder, Jalan Tol Padang - Sicincin Buka Tutup 23-24 Februari dan 4-5 Maret

Sehubungan akan ada pekerjaan erection girder, di Tol Padang–Sicincin KM 19+000, maka akan diberlakukan sistem buka tutup jalan pada 23–24 Februari 2026, dan 4–5 Maret 2026 pukul 09.00–15.00 WIB. [Foto: Dok. HKI]

Padang, Padangkita.com – Pembangunan jalan tol di Sumatera Barat (Sumbar) masih terus berlangsung. Selain akan dilanjutkan pada ruas kedua yakni, Tol Sicincin-Bukittinggi, ruas pertama Tol Padang-Sicincin masih terus di-finishing.

Sejumlah pekerjaan untuk menyempurnakan ruas Tol Padang-Sicincin yang merupakan salah satu seksi dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru, masih terus dilakukan.

Sebagaimana disampaikan Hutama Karya Infrastruktur (HKI) – anak perusahaan Hutama Karya (HK) – yang mengerjakan proyek, akan ada pekerjaan erection girder di Tol Padang–Sicincin KM 19+000.

Untuk kepentingan itu, seperti diumumkan HKI, akan diberlakukan sistem buka tutup jalan pada 23–24 Februari 2026, dan 4–5 Maret 2026 pukul 09.00–15.00 WIB.

“Skema lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan serta menjaga keselamatan selama proses konstruksi berlangsung,” demikian HKI di akun media sosial resmi mereka.

“Pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati, menyesuaikan waktu perjalanan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” HKI menambahkan.

Sekadar informasi Jalan Tol Padang-Sicincin yang merupakan tol pertama di Ranah Minang memiliki panjang 36,6 km. Tol ini resmi beroperasi sejak 28 Mei 2025, setelah sebelumnya melalui beberapa kali uji coba.

Tol ini pun menjadi salah satu tonggak kemajuan infrastruktur jalan di Sumbar. Pembangunannya memakan waktu sangat lama yakni, dimulai pada 9 Februari 2018. Persoalan pembebasan lahan yang rumit dan sampai ke ranah hukum, membuat pengerjaan jalan tol ini tersendat-sendat. Bahkan, pembangunannya sempat terhenti.

Kini, Sumbar sedang memupuk optimisme baru sejalan dengan kelanjutan pembangunan tol kedua yakni, Tol Sicincin-Bukittinggi. Megaproyek ini telah disetujui pemerintah pusat dan dibahas beberapa kali di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Biayanya mencapai Rp25,23 triliun.

Baca juga: Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi Dapat Dilalui 2029 Jika Lahan Beres dan Dana Tersedia

Dalam pengerjaannya nanti, direncanakan dalam dua segmen yakni, segmen Sicincin/Kayu Tanam-Padang Panjang sepanjang 20,3 km, dan segmen Bukittinggi-Padang Panjang sepanjang 19,71 km. Tol ini akan memiliki 2 terowongan, dan jembatan sepanjang 10 km. [*/pkt]       

Baca Juga

Tol Terpeka Kembali Beroperasi Usai Catatkan Pendaratan Pesawat Tempur Pertama di Jalan Tol
Tol Terpeka Kembali Beroperasi Usai Catatkan Pendaratan Pesawat Tempur Pertama di Jalan Tol
Melihat Progres Pembangunan Jembatan Siak yang Jadi Struktur Utama JTTS di Provinsi Riau
Melihat Progres Pembangunan Jembatan Siak yang Jadi Struktur Utama JTTS di Provinsi Riau
Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi Dapat Dilalui 2029 Jika Lahan Beres dan Dana Tersedia
Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi Dapat Dilalui 2029 Jika Lahan Beres dan Dana Tersedia
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Bukan ke Sumbar, Masyarakat lebih Banyak Berlibur ke Melaka Via Tol Pekanbaru–Dumai
Bukan ke Sumbar, Masyarakat lebih Banyak Berlibur ke Melaka Via Tol Pekanbaru–Dumai