16.056 Pulau di Indonesia Telah terdaftar di PBB

Tips terbaru: Tips Liburan ke Padang

Lanskap kawasan mandeh dari Puncak Mandeh (Foto: AFP/Padangkita.com)

Lampiran Gambar

Lanskap kawasan mandeh dari Puncak Mandeh (Foto/A. Paderi)

Padangkita.com - Hingga saat ini sebanyak 16.056 pulau di Indonsia telah terdaftar di UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical Names).

Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan pulau-pulau yang terdata tersebut telah dilengkapi dengan (nama, koordinat dan lokasi) pulau yang telah dibakukan namanya di PBB hingga Juli 2017.

Menurutnya, Indonesia telah mencatat sebanyak 17.504 pulau yang masuk dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Masih ada 1.448 pulau yang memerlukan proses validasi dan verifikasi,” ujar Havas di Jakarta, Sabtu (19/08/2017).

Dengan perubahan cuaca dan berbagai anomali alam, tambah Havas, telah terjadi munculnya sejumlah pulau dan hilangnya pulau karena abrasi.

Ia juga menambahkan bahwa verifikasi pulau dan nama pulau terus dilakukan guna kepastian geografi Indonesia. Lebih jauh, Deputi Havas menjelaskan bahwa pendaftaran nama rupa bumi di PBB sebagai suatu kegiatan administratif sangat penting dilakukan bagi negara anggota PBB.

“Tujuannya untuk menjaga standar penamaan pulau agar satu pulau tidak memiliki nama yang berbeda-beda,” tegas Havas.

Namun ada hal yang, menurut menurut Havas, perlu diingat bahwa pendaftaran nama bukan berarti suatu pengakuan kedaulatan PBB terhadap suatu pulau.

“Posisi PBB, khususnya UNGEGN sudah jelas, yaitu hanya menetapkan standarisasi penamaan dan tidak memberikan suatu pengakuan kedaulatan atau pengakuan apa pun tentang status hukum suatu pulau,” urai pakar hukum laut internasional tersebut.

Selain mendaftarkan gasetir yang berisi informasi tentang jenis, unsur, posisi, lokasi dan nama pulau, Delri yang dipimpin oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Zaenal Abidin juga menyampaikan laporan lainnya. Laporan tersebut berisi informasi antara lain BIG sebagai otoritas penamaan geografis nasional yang baru menggantikan Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi yang telah dibubarkan, seperti dilansir dari setkab.

Tag:

Baca Juga

Perkuat Sinergitas, DPD RI Terima Kunjungan Delegasi DPRD Klaten
Perkuat Sinergitas, DPD RI Terima Kunjungan Delegasi DPRD Klaten
Wali Kota Padang Jadi Datuk, Janji Tegakkan Adat dan Lindungi Generasi Muda
Wali Kota Padang Jadi Datuk, Janji Tegakkan Adat dan Lindungi Generasi Muda
Pemko Padang Tindak Tegas Oknum Pungli Terhadap Wisatawan Asing
Pemko Padang Tindak Tegas Oknum Pungli Terhadap Wisatawan Asing
Biro Rensi Setjen DPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan Revisi DIPA
Biro Rensi Setjen DPR RI Gelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan Revisi DIPA
Kota Padang Raih Posisi Kedua dalam APPI 2024 Edisi Kuliner
Kota Padang Raih Posisi Kedua dalam APPI 2024 Edisi Kuliner
Komisi VIII DPR RI terus Dorong Penambahan Kuota Haji Indonesia
Komisi VIII DPR RI terus Dorong Penambahan Kuota Haji Indonesia