Dampak Pendemi Covid-19, Pelaku UMKM di Pariaman Turun 34,4 Persen

Berita Pariaman

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit. [Foto: Dok. Diskominfo Pariaman]

Pariaman, Padangkita.com - Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pariaman turun hingga 34,4 persen. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kota Pariaman menyatakan penurunan tersebut akibat dampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit mengatakan pada tahun 2018 jumlah pelaku UMKM di Kota Pariaman mencapai tujuh ribu orang. Jumlah tersebut terus meningkat hingga memasuki akhir tahun 2019.

"Namun setelah mewabahnya Covid-19 jumlah UMKM di Kota Pariaman turun hingga 34,4 persen. Ada pun rincian pelaku UMKM sejak 2018 yakni 7.065 orang atau pelaku usaha, tahun 2019 meningkat menjadi 7.839 orang," katanya, Selasa (4/8/2020).

Ia juga menambahkan sejak pandemi Covid-19 terjadi penurunan dari segi volume, omzet dan aset. Bahkan menurutnya, ada juga UMKM yang gulung tikar karena tidak bisa membayar biaya operasional atau bangkrut.

Meski demikian, saat ini menurutnya beberapa pelaku usaha sudah mulai kembali berusaha meskipun dalam keadaan dan situasi yang sulit.

Baca juga: Mendes PDTT Kukuhkan Pendamping Desa Berdikari di Pariaman, Total 5 Tahun Dana Desa di Sumbar Rp4,3 T

"Saat ini pelaku usaha agak susah untuk bergerak. Para pelaku usaha harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan, hal ini tentu membuat gerak terbatas atau tidak seleluasa biasanya dalam mengembangkan usaha," jelas Gusniyeti.

Dia mencontohkan, seperti pelaku usaha pada sekolah-sekolah. Saat ini, semenjak sekolah tutup karena pandemi, pedagang di sekolah juga tutup. "Mereka tidak lagi beraktivitas," ulasnya.

Baca jugaDua Guru Positif Covid-19, Sekolah di Kota Pariaman Kembali Belajar Daring

Hal serupa juga terjadi pada pelaku usaha disektor pariwisata, kendatipun objek wisata dibuka tetapi sedikit sekali orang yang berjualan. Hal ini tidak lepas dari adanya pembatasan baik untuk pelaku usaha dan juga pengunjung (wisatawan).

Sedangkan untuk pelaku usaha rumah makan dan restoran, saat ini prospek bisnisnya hanya untuk bertahan, belum mengarah lagi untuk mencari keuntungan.

Baca juga: Guru dan ASN di Bawah Naungan Kemenag Pariaman Dites “Swab”

Menanggapi hal tersebut, Gusniyeti mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaku usaha.

Beragam motivasi dan dorongan telah dilakukan pihaknya, seperti pelatihan untuk menjajali pasar online.

"Yang paling terbaru itu, kita telah memberikan pelatihan kepada pelaku usaha yang bekerja sama dengan Tokopedia. Di sana pelaku usaha belajar segala macam tentang teknis penjualan online," sebut Gusniyeti.

Dalam hal ini, pihaknya memanfaatkan kaum milenial untuk pemasaran produk. "Kami juga gandeng generasi muda untuk pemasaran produk," ulasnya. [*/abe]


Baca berita Pariaman terbaru hanya di Padangkita.com

Baca Juga

4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
4.876 UMKM di Sumbar Terdampak Bencana, "Klinik UMKM Minang Bangkit" Diresmikan
Pemprov Dukung Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Pemprov Dukung Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Masyarakat
51 Pelaku UMKM di Pariaman Utara Terima Bantuan Etalase, Ini Pesan Wako Yota Balad
51 Pelaku UMKM di Pariaman Utara Terima Bantuan Etalase, Ini Pesan Wako Yota Balad
Realisasikan Program Unggulan, Wako Yota Balad Serahkan Bantuan Peralatan untuk Pelaku UMKM
Realisasikan Program Unggulan, Wako Yota Balad Serahkan Bantuan Peralatan untuk Pelaku UMKM
Bank Nagari Hadirkan Promo Sumpah Pemuda 2025 dan Pangkas Suku Bunga Kredit UMKM
Bank Nagari Hadirkan Promo Sumpah Pemuda 2025 dan Pangkas Suku Bunga Kredit UMKM
PLUT KUMKM Sumbar Naik Status jadi Unit Pelaksana Teknis, Layanan untuk UMKM Kian Kuat
PLUT KUMKM Sumbar Naik Status jadi Unit Pelaksana Teknis, Layanan untuk UMKM Kian Kuat