Inilah Tokoh Minang yang Kembalikan Indonesia Jadi Negara Kesatuan

Inilah Tokoh Minang yang Kembalikan Indonesia Jadi Negara Kesatuan

(Sumber foto: Madjallah MERDEKA No. 15, Th. III, 15 April 1950: 5; Sumber teks sebagian besari diambil dari: Penuntun. Madjallah Kementerian Agama Rep. Indonesia No. 10, Th. Ke IV, Oktober 1950: 195-196)

Lampiran Gambar


Dr. Abdul Halim. (Sumber foto: Madjallah MERDEKA No. 15, Th. III, 15 April 1950: 5; Sumber teks sebagian besari diambil dari: Penuntun. Madjallah Kementerian Agama Rep. Indonesia No. 10, Th. Ke IV, Oktober 1950: 195-196)

Padangkita.com - Salah satu tokoh Minangkabau yang memiliki peranan besar bagi bangsa ini adalah Dr. Abdul Halim. Beliau pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia di tahun 1950 silam.

Jabatan prestisius tersebut juga pernah diemban oleh tokoh Minang lainnya diantaranya Sutan Sjahrir, Muhammad Hatta, dan Muhammad Natsir.

Dr. Abdul Halim lahir dan dibesarkan di bumi Ranah Minang, tepatnya di Bukittinggi. Beliau dilahirkan pada 27 Desember 1911 dan meninggal di Jakarta pada 4 Juli 1987.

Kabarnya, beliau tidak memiliki keturunan karena hingga akhirnya hayatnya beliau membujang atau tidak pernah menikah.

Untuk riwayat pendidikan, Abdul Halim mengenyam pendidikan di HIS, Mulo dan AMS setelah itu beliau melanjutkan pendidikan ke GHS (Perguruan Tinggi Kedokteran) di Jakarta.

Banyak peran dan sumbangsih yang beliau berikan bagi bangsa ini. Ketika masih kuliah di GHS (Perguruan Tinggi Kedokteran) saja beliau telah menduduki jabatan penting dalam dunia keolahragaan tanah air.

Halaman:

Baca Juga

Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang