Produksi Padi Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Pasbar Kekurangan Pupuk Bersubsidi dan Alat Pertanian

Berita Padang, Sumatra barat, Baburu Mancik, Sawah, persawahan

Ilsutrasi persawahan (Foto: Ist)

Simpang Empat, Padangkita.com – Hampir semua sektor usaha terpukul dan produksi menurun akibat pandemi Covid-19. Namun, di Pasaman Barat (Pasbar), sektor pertanian khususnya produksi padi justru meningkat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasbar, Sukarli mengungkapkan jika dibandingan produksi padi Januari-Mei 2019 dengan Januari-Mei 2020, maka terjadi peningkatan cukup tinggi.

Pada 2019 hasil panen padi Januari - Mei sebanyak 11.122 ton dengan total luas lahan 10.283 hektare. Sementara pada Januari-Mei 2020 panen padi mencapai 15.023 ton dengan total luas lahan 11.280 hektare.

“Walau jumlah yang meningkat, para petani saat ini diimbau untuk tidak menjual dulu hasil panennya keluar daerah. Sebab, akses keluar masuk Pasbar masih terbatas. Lagi pula, kita juga butuh stok pangan untuk kebutuhan dalam daerah kita,” ujar Sukarli kepada Padangkita.com, Kamis (11/6/2020).

Namun begitu, kata Sukarli, pertanian tanaman padi di Pasbar tetap masih dihadapkan pada sejumlah persoalan. Pertama, soal pupuk bersubsidi yang kuotanya dikurangi di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Disebutkan, dari 11 kecamatan yang ada di Pasbar, ada seluas 66.350 hektare lahan berdasarkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang sudah mengajukan permintaan pupuk bersubsidi dari Pemerintah.

Permintaan itu, lanjut Sukarli, terancam tidak akan terpenuhi. Permintaan itu pun baru dari kelompok tani, belum termasuk kebutuhan para petani perorangan.

“Salah satu contoh, kebutuhan pupuk urea sebenarnya 65 ribu ton, biasanya kita dapat jatah 12 ribu ton. Namun saat ini dikurangi lagi menjadi 8.000 ton. Tentu ini suatu kekhawatiran bagi kita akan keberlangsungan pertanian di Pasbar,” keluhnya.

Selain pupuk, masalah pertanian di Pasbar adalah kurangnya alat pertanian. Saat ini, kata Sukarli, hanya ada sebanyak 20 unit traktor untuk membantu pengolahan semua lahan pertanian di Pasbar.

Menurut Sukarli, persoalan pertanian di Pasbar itu sudah disampaikannya juga ke anggota DPD RI asal Sumbar, Emma Yohanna  ketika kunjungan kerja ke Pasbar. [rom]


Baca Berita Pasaman Barat hanya di Padangkita.com

Baca Juga

Bertahun-tahun Tak Aktif, Kini Irigasi Anai II kembali Aliri Lahan Persawahan di Pariaman
Bertahun-tahun Tak Aktif, Kini Irigasi Anai II kembali Aliri Lahan Persawahan di Pariaman
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Dua Hari Penertiban Tambang Ilegal di Pasbar, Tim Terpadu Amankan 21 Orang dan 8 Alat Berat
Serahkan 25 Unit Alsintan untuk Kelompok Tani, Yota Balad: Perkuat Sektor Peranian Pariaman
Serahkan 25 Unit Alsintan untuk Kelompok Tani, Yota Balad: Perkuat Sektor Peranian Pariaman
Anggaran Pemprov Rp2 Miliar untuk Pembenahan Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok
Anggaran Pemprov Rp2 Miliar untuk Pembenahan Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko
Jalan Rusak Akibat Bencana di Talu Diusulkan Pindah Jalur, Mahyeldi: Lokasi Awal Berisiko
Sumbar Butuh 200 Ekskavator untuk Pulihkan Lahan Pertanian yang Rusak Akibat Bencana
Sumbar Butuh 200 Ekskavator untuk Pulihkan Lahan Pertanian yang Rusak Akibat Bencana