IDAI: Sebaiknya Sekolah Tidak Dibuka Hingga Desember Mendatang

Berita Terbaru, Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI, Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI mengimbau agar Pembelajaran Jarak Jauh, Corona Sumbar

Ilustrasi Murid SD (Foto: Ist)

Jakarta, Padangkita.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap dilanjutkan hingga akhir tahun 2020.

Langkah diambil dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

IDAI juga meminta sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.

"Sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020," tulis IDAI dilansir dari laman resminya, Senin (1/6/2020).

Ada lima poin anjuran IDAI tentang kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19:

Baca juga: Token Listrik Gratis Bulan Juni dari PLN, Begini Cara Klaimnya

1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.

2. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

3. Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.

4. Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI mengimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.

5. Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.

Sebagai lanjutan dari anjuran tersebut, IDAI mengatakan, akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang IDAI dan akan terus melakukan kajian dan memberikan rekomendasi sesuai perkembangan situasi terkini. [*/abe]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Baca Juga

Pemko Pariaman Dukung Pariaman Campus Expo 2026 
Pemko Pariaman Dukung Pariaman Campus Expo 2026 
Pemprov Dorong Koordinasi Lintas OPD Akomodasi Kebutuhan Sekolah Luar Biasa
Pemprov Dorong Koordinasi Lintas OPD Akomodasi Kebutuhan Sekolah Luar Biasa
Ada Video Perkelahian Siswa di Pariaman Beredar, Wali Kota Yota Balad Langsung Bertindak
Ada Video Perkelahian Siswa di Pariaman Beredar, Wali Kota Yota Balad Langsung Bertindak
Aktivitas Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Sumbar Diliburkan hingga 29 November 2025
Aktivitas Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Sumbar Diliburkan hingga 29 November 2025
Yota Balad Tinjau Proses Belajar Mengajar Menggunakan Smartboard Bantuan Presiden
Yota Balad Tinjau Proses Belajar Mengajar Menggunakan Smartboard Bantuan Presiden
Pemko Pariaman Raih Penghargaan Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemendikdasmen
Pemko Pariaman Raih Penghargaan Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemendikdasmen